IHSG Diperkirakan Naik, Kinerja Perusahaan Baik, Bursa Eropa Menguat

Rabu, 17 April 2013 21:47

Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak dengan support-resistance di level 4.980-5.015 pada perdagangan hari ini.

“Ini artinya indeks diperkirakan akan kembali menguat,” ujar Analis First Asia Capital, David Sutyanto kepada merdeka.com, Jakarta, Selasa (30/4).

Menurutnya, salah satu faktor pendorong penguatan IHSG adalah kondisi pasar global yang kondusif dan rilis laba emiten kuartal pertama tahun ini.

Adapun saham pilihan saham pada perdagangan hari ini antara lain PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Ciputra Property Tbk (CTRP), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Baca: Sewa Tempat Bazar di MTQ Siak Jutaan Rupiah, Pedagang: Hasilnya Mengecewakan

Sebelumnya, setelah terkoreksi dalam dua sesi perdagangan terakhir, kemarin Senin (29/4) IHSG berhasil rebound terbatas ditutup di 4999,752 menguat 21,245 poin. Penguatan indeks terutama dipicu rebound saham ASII, TLKM, dan BBCA.

Sebaliknya saham tambang batu bara dan perkebunan kembali mengalami tekanan jual menyusul pencapaian labanya yang merosot sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Kondisi pasar saham global dan Asia yang bergerak di teritori positif turut menopang sentimen positif pasar.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG masih berada dalam rentang konsolidasi. Sentimen pasar lebih banyak digerakkan oleh pencapaian laba kuartal 1 2013 dan pembagian dividen emiten.

Sementara tadi malam pergerakan indeks utama Wall Street kembali melanjutkan rally-nya. Indeks DJIA dan S&P masing-masing ditutup menguat 0,72 persen di 14818,75 dan 1593,61.

Aksi beli juga didorong data penjualan rumah yang lebih tinggi dari perkiraan. Penjualan rumah (pending home sales) di AS Maret lalu tumbuh 1,5 persen melampaui perkiraan sebelumnya 1,1 persen.