IHSG akan Melemah, Tujuh Saham Dapat Diamati

Jumat, 29 November 2013 09:41

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan saham Jumat (29/11/2013). Nilai tukar rupiah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat masih mempengaruhi bursa saham.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menambahkan, pelaku pasar menanti pengumuman defisit neraca perdagangan pada pekan depan. Ada kekhawatiran defisit neraca perdagangan memburuk.
Â
Sementara itu, sentimen bursa saham global tidak akan terlalu mempengaruhi karena bursa saham Amerika Serikat sedang libur menyambut Thanksgiving. Satrio memperkirakan, IHSG akan berada di level support 4.191-4.225 dan level resistance 4.250-4.260.
Â
Analis Senior PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko mengatakan, pelemahan rupiah di atas 12.000 dapat menimbulkan kembali aksi jual pelaku pasar.
Â
“Hal ini walaupun terlihat negatif membuka peluang akumulasi di beberapa big cap yang akan mengundang bargain hunting asing di daerah oversold (jenuh jual) nantinya,” kata Yuganur.
Â
Yuganur memproyeksikan, level support berada di kisaran 4.170-4.070 dan level resistance di kisaran 4.350-4.410-4.480.
Â
Rekomendasi Saham
Â
Satrio menuturkan, saat ini sejumlah saham sudah berada di level support. Meski demikian, ia memilih sektor saham perbankan yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Â
Selain itu, Satrio masih memilih saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). “Buy on weakness saham-saham itu,” kata Satrio.
Â
Sedangkan Yuganur memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Salim Ivomas Tbk (SIMP).
Â
Rekomendasi Teknikal
Â
Yuganur memilih, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Menurut Yuganur, bila terjadi koreksi akibat melemahnya rupiah untuk menutup price gap di Rp 7.200 dan Rp 7.050 di derah jenuh jual maka rekomendasi akumulasi on weakness.
Â
“Aset Bank Mandiri banyak berbentuk obligasi RI. Bila terjadi koreksi akibat rupiah melemah maka rekomen akumulasi on weakness,” kata Yuganur.
Â
Yuganur merekomendasikan, entry (1) Rp 7.200, entry (2) Rp 7.050, dan cut loss point Rp 6.950. “Buy saham itu dengan target harga trading Rp 3.950,” tutur Yuganur.(liputan6.com)