PEKANBARU, KOTA TUJUAN PARA INVESTOR

Senin, 28 Juli 2014 15:16

PEKANBARU, KOTA TUJUAN PARA INVESTOR

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – HUT Kota Pekanbaru yang ke 230 menjadi momentum dan bukti nyata berkembangnya Kota Pekanbaru. Hal ini terlihat dari ketercapaian program kerja dari pemerintahan yang memasuki usia tiga tahun. Berbagai prestasi sudah dicapai, seperti Adipura dan Kota nomor satu Layak Investasi di Indonesia.

Sebagai bakti dan cinta, Walikota Firdaus ST MT terus meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar bahu membahu mewujudkan visi misi Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan. Sebab Kota Pekanbaru tidak lagi kota kecil seperti dulu yang hanya menjadi tempat singgah para musafir. Kini Kota Pekanbaru bertransformasi menuju Kota Metropolitan Madani. Bahkan telah diakui secara Nasional serta Internasional.

Baca: DPRD Gelar Paripurna Hut Kampar ke-66

Di tahun 2014 ini, Pekanbaru dinobatkan sebagai kota destinasi investasi terbaik se Indonesia. Hal ini di dukung dengan semakin tingginya tingkat pertumbuhan penduduk yang rata-rata lebih tinggi secara nasional. Tentunya ini menandakan Pekanbaru tidak lagi hanya sebagai kota singgah namun sudah berubah menjadi kota tujuan. Tak hanya itu, tingkat pertumbuhan ekonomi Pekanbaru terbilang tinggi. Sehingga mendorong para investor baik multi nasional maupun mancanegara yang menjadikan Ibu Kota Provinsi Riau ini sebagai pusat bisnis.

Beragam upaya di gesa untuk mewujudkan visi misi yang saat ini di emban Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi SSos. Diantara program maupun kerjasama yang terwujud tersebut, seperti percepatan pembangunan yang menyentuh masyarakat melalui sistem Build Operate Transfer (BOT).

“Pemerintah tentu tidak bisa membangun Kota Bertuah seorang diri. Butuh adanya pihak lain yang mesti bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk membangun Kota Pekanbaru menjadi lebih baik dan lebih maju,” sebut Walikota Pekanbaru di berbagai kesempatan.

Bagi Firdaus ada tiga poin yang bisa menjadikan Kota Pekanbaru menjadi Kota Metropolitan Madani. “Untuk menuju kota Metropolitan perlu adanya sinergi antara eksekutif dengan legislatif, pemerintah bersama masyarakat, dan Pemerintah dengan pengusaha. Semuanya terwujud dan saling bersinergi,” tambahnya.

 

 

EMPAT TARGET PROGRAM BOT DI TAHUN 2014

Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Syukri Harto menyebutkan, ada empat target pembangunan di 2014 yang akan di gesa pemerintah. Antara lain Terminal Kargo, Pasar Induk, Pasar Palapa, dan Juga Kawasan Industri Tenayan Raya (KIT).  Keuntungan kerja sama melalui konsep BOT ini, yakni pihak ketiga bekerja sama dengan pemerintah dalam mengelola objek tersebut, tidak saja dari sisi pendapatan.

Namun juga akan mendorong geliatnya ekonomi masyarakat, dan bila sesuai masa  kontraknya habis maka aset tersebut akan menjadi milik pemerintah Kota. Dengan begitu, pembangunan kota Pekanbaru akan lebih cepat dan terasa ke masyarakat. Sebab bila hanya mengandalkan dari APBD 2014 saja, maka pembangunan tidak akan terbiayai semua.

Sementara pembangunan yang dapat tuntas dalam satu kali tahun anggaran, akan digesa cukup hanya dalam satu kali tahun anggaran saja, semisal terminal cargo dan pasar induk. Diperkirakan untuk pembangunan Pasar Induk dan terminal cargo dengan kebutuhan anggaran masing-masing 7 Miliyar.

Syukri menyebutkan ada banyak investor dalam negeri maupun mancanegara yang tertarik pada proyek tersebut. “Saat ini kita masih masih dalam tahap lelang, siapa nantinya yang akan mengelola. Karena Pemko tidak bisa sendiri untuk memajukan Kota Pekanbaru ini,” ungkapnya.

Kini Kota Pekanbaru yang juga di sebut sebagai Kota Bertuah (Bersih, Tertib, Usaha bersama, Agamis dan Harmonis ), semakin menjadi kota besar yang cepat berkembang, dengan penduduk siang capai 1,2 juta lebih, dan malam hampir 1 juta jiwa.

Firdaus ST MT dan Ayat Cahyadi SSos, pasangan wali kota dan wakil wali kota periode 2012-1017, berdasarkan Perda No19/ 2012, menetapkan visi yang sangat outlooking dan collective goal, strategic dan sustainable yakni “Terwujudnya Pekanbaru sebagai kota metropolitan yang madani.”

PELAKU BISNIS DI RIAU APRESIASI PROGRAM WALIKOTA

Bak gayung bersambut, sistem BOT yang di selenggarakan pemko ternyata mendapat apresiasi dari kalangan pengusaha yang memang bergelut dibidang produk dan jasa tersebut. Seperti yang disampaikan Ketua ASITA (Asosiasi Perusahaan Perjalanan) Riau Ibnu Mas’ud, dirinya mengaku pembangunan Kota Pekanbaru yang di gawangi walikota tampak kemajuan yang pesat.

Ada banyak perubahan seperti pembangunan fisik, bisa terrlihat dari banyaknya hotel maupun gedung-gedung yang berdiri. Ia dan para pelaku usaha yang tergabung dalam Asita mendukung langkah pemerintah yang ingin melakukan percepatan pembangunan. “Perkembangan pembangunan Kota Pekanbaru sudah sangat bagus dan kita apresiasi itu,” sebutnya.

Tak berbeda jauh, Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Riau, Ahmad Fadli juga menyatakan hal yang sama. Menurutnya, Pekanbaru sudah mulai menunjukkan jati dirinya. Dengan visi misi yang jelas menjadikan Kota Bertuah sebagai Kota Metropolitan Madani, dan pemerintah pun sudah memikirkan seperti apa platform kota.

“Apalagi sebelumnya sudah di bahas untuk menjadikan Kota Pekanbaru sebagai Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Dan kita mengapresiasi pembangunan kota ini,” tuturnya.

Senada, Sekretaris asosiasi pengembang perumahan yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Riau, Delesis juga memberikan apresiasi. Ia menyebutkan, Pekanbaru sudah menjadi tujuan bisnis properti nasional. “Ada banyak pemilik modal nasional datang ke Pekanbaru dan berbisnis,” sebutnya. Hal ini menandakan Kota Pekanbaru merupakan primadona bagi pengusaha khususnya properti untuk mengekspansi usahanya.

DPRD DUKUNG PENUH PROGRAM PEMKO

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru Zulkarnain SE mendukung penuh rencana Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk mendirikan terminal kargo. Politis PPP ini pun berharap agar terminal kargo kelak berfungsi sesuai dengan fungsinya dan untuk kedepannya tidak ada lagi menurunkan dan menaikkan barang disembarang tempat.

DPRD sendiri mendukung program itu, lanjutnya, karena sekarang ini Pekanbaru tidak ada memiliki terminal kargo dan banyak yang menurunkan dan menaikkan barang secara ilegal. Kalau terminal kargo sudah jadi, tidak ada lagi namanya tempat menaikkan dan menurunkan barang secara ilegal karena itu lah fungsi dari terminal itu. Zulkarnain pun berharap kedepannya terminal kargo ini bisa menjadi PAD bagi pemko dan pembangunan terminal kargo tidak ada kendala lagi. Disamping itu, ia pun mendukung realisasi rencana pasar induk.

 

Selain program terminal cargo, rencana Pemerintah Kota Pekanbaru dibawah kepimpinan Firdaus ST MT yang akan membangun Rumah Sakit Umum Daerah Kota Pekanbaru juga mendapat tanggapan positif dari anggota DPRD Kota Pekanbaru lainnya.  Rencana realisasi pembangunan yang direncanakan pada tahun ini diharapkan bisa memberikan pelayanan yang maksimal kedepannya.

 

“Masalah kesehatan bagi masyarakat itu kan merupakan hak masyarakat dan merupakan salah satu amanah dari UU dan di realisasikan juga untuk masyarakat,” kata Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Abdul Gafar SHi

 

Ia juga berharap terhadap rencana pematangan danau buatan yang sudah menjadi icon tersendiri bagi Kota Pekanbaru. Apalagi, danau yang memiliki luas 14 hektare ini juga menyajikan pemandangan tersendiri bagi yang mendatanginya. “Danau buatan merupakan danau tempat rekreasi bagi masyarakat Kota Pekanbaru, maka dari itu harus dijaga baik-baik,” ujar Abdul Gafar SHi

Menurutnya juga,  seiring meningkatnya jumlah penduduk, maka saat ini Pekanbaru butuh sarana rekreasi bagi masyarakat, sehingga rencana pengembangan rekreasi kebun binatang perlu di dukung semua pihak. “Saya setuju saja jika itu memang jadi dibuat di Kota Pekanbaru, karena masyarakat Kota Pekanbaru juga membutuhkan sarana rekreasi,” sebutnya.(*)