window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'UA-128974298-1');

Categories: Business

3.000 Perusahaan Sudah Daftar Vaksin Mandiri

BERTUAHPOS.COM — Sebanyak 3.000 perusahaan terdata sudah melakukan pendaftaran untuk vaksin mandiri. Data tersebut berdasarkan catatan Kamar Dagang Industri (Kadin). Data itu tercatat hingga Selasa, 16 Februari 2021.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani angka tersebut akan terus bertambah hingga pendaftaran ditutup pada Rabu besok, 17 Februari 2021.

Advertisement

“Sudah lebih dari 3.000 perusahaan yang mendaftar,” kata Shinta seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa 16 Februari 2021.

Sementara mengenai mekanisme penyuntikan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Dia memastikan bahwa vaksin yang akan disuntikkan, bukan racikan vaksin Sinovac.

Baca: Harga CPO Rekor, Diperkirakan Harga TBS di Riau Naik Lagi

“Vaksinnya tidak boleh sama dengan Sinovac, harus beda, jadi bukan Sinovac,” lanjut dia.

Secara terpisah, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani menyebut negosiasi pengadaan vaksin antara pelaku usaha dan sejumlah produsen global masih berlangsung.

Rosan mengatakan vaksin mandiri ditujukan bagi karyawan dan keluarganya. Program juga akan menjangkau masyarakat di sekitar tempat industri di lokasi-lokasi khusus, seperti pertambangan.

Walaupun belum mengetahui harga pasti vaksin mandiri, namun harapannya harga tidak melebihi Rp1 juta per dosis.

“Tapi kami masih menunggu bagaimana aturan dari pemerintah saja,” ujarnya seperti dikutip dari publikasi situs web Kadin Indonesia.

Sebelumnya, Kadin Indonesia membuka program vaksinasi covid-19 jalur mandiri. Program tersebut diperkirakan bisa menjangkau minimal 20 juta pekerja di sektor formal.

Rosan mengatakan pendaftaran bagi perusahaan yang berminat mengikuti program tersebut dibuka hingga 17 Februari mendatang.

“Total 40 persen dari angkatan kerja yang jumlahnya 130 juta orang adalah 52 juta orang. Sehingga, kemungkinan yang ikut adalah setengahnya, yakni sekitar 26 juta orang, atau setidaknya 20 juta pegawai,” ujarnya dikutip dalam keterangan resmi, beberapa waktu lalu. (bpc2)

Advertisement