Wujudkan Kerukunan Beragama, Pemkab Inhil Gelar Pertemuan Dengan Tokoh Agama se-Inhil

Selasa, 20 Agustus 2013 13:22

BERTUAHPOS.COM (BPC), TEMBILAHAN – Dalam rangka mewujudkan Keharmonisan dan Peningkatan tali Persaudaraan antara sesama Umat beragama, Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Pertemuan antara Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat Se-Kabupaten Inhil di Aula Kantor Bupati lantai 5, Senin (14/9/2015).

Kegiatan ini di hadiri langsung oleh Bupati HM.Wardan, Unsur Forkopimda, Anggota DPRD, Kabid Kesbapol Provinsi Riau serta Kaban Kesbangpol Kabupaten Inhil serta 50 orang yang terdiri dari tokoh Masyarakat dan Agama Se Kabuapten Inhil yang berasal dari 20 Kecamatan.

Pertemuan antara Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat Se-Kabupaten Inhil ini bertujuan mensingkronkan pendapat tentang penting peran kebersamaan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga dapat memperkokoh kesatuan dan persatuan Bangsa dalam wilayah Kabupaten Inhil khusunya dan negara kesatuan RI pada umumnya.

“Selalu bermusyawarah seperti saya harapkan Masyarakat Kabuapten Inhl selalu menjaga keadaan yang kondusif ini. Di samping itu kita harus tetap waspada dan mawas diri karena, kerukunan adalah sesuatu yang sangat dinamis dan dapat cepat berubah,” sebut bupati.

Baca: Ironi Negeri Minyak

Oleh karena itu, kerukunan Umat bergama harus selalu di jaga dan dipelihara. Bupati menambahkan jika sekarang ini, tidak perlu lagi membuang energi untuk mempermasalahkan dan memperdebatkan perbedaan keyakinan agama. “Yang terpenting kita harus saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada,” imbuhnya.

Sedangkan Kabid Ketahanan ekonomi Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Kesbangpol Provinsi Riau Hermansyah,SE, mengatakan Kesbang Provinsi berperan aktif membangun keamanan, ketertiban, menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Singkron kabupaten kota sangat diharapkan keberadaan Forum Komunikasi Umat beragama itu sehingga tersesoialisasi sampai ke akar rumput. Membangun satu keharmonisan tidak bisa serta merta perlu upaya berkelanjutan karena gesekan itu akan selalu ada,” pesannya.(Adv/ezy)