Pencari Kerja Pekanbaru Terkendala Bahasa Korea dan Jepang

Rabu, 12 Juni 2013 09:51
Pencari Kerja Pekanbaru Terkendala Bahasa Korea dan Jepang

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU –Hari kedua Pekanbaru Job Expo dilangsungkan di Grand Ballroom Hotel Mutiara Merdeka Jalan Yos Sudarso, pengunjung didominasi pencari kerja lulusan sarjana dan tamatan SLTA.

Total pengunjung pada hari kedua pada kegiatan yang ditaja Dinas Tenaga Kerja Pekanbaru ini mencapai 1.979 orang, khusus untuk sarjana sebanyak 1.052 orang dan tamatan SLTA sebanyak 553 orang.

Advertisement
Pantauan Tribun di lokasi kegiatan, jumlah pengunjung laki-laki dan perempuan hampir seimbang, walau banyak yang laki-laki. Para pencari kerja ini pun sibuk membuat lamaran di lantai, dan juga memilah berkas lamaran mereka. Ada juga dari mereka yang sudah menyiapkan lamaran dari rumah, sehingga mereka datang hanya untuk memasukan lamaran.
Dari ribuan pencari kerja itu, banyak juga yang berminat untuk bekerja di luar negeri yakni ke Jepang dan Korea. Namun, dari mereka banyak yang terkendala dengan kemampuan bahasa, karena syarat utama bagi mereka yang berminat menjadi TKI ke Jepang dan Korea adalah harus bisa berbahasa Korea dan Jepang.
Yuni misalnya, kepada Tribun ia menyebutkan sudah pernah menjadi TKI ke Malaysia, namun ia hanya digaji kecil dan bekerja di Malaysia sebagai perawat. Atas latar belakang pendidikannya yang seorang perawat, ia kembali lagi ke Indonesia. Saat ini sedang kursus bahasa Inggris.
Saya berminat untuk ke Jepang, namun saya belum bisa Bahasa Jepang. Gajinya lumayan walau nanti hanya menjadi perawat orang tua jompo. Saat ini saya baru kursus Bahasa Inggris, jadi belum bisa melamar, mungkin tahun depan kalau masih ada lowongan,” ungkap Yuni.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Pekanbaru, Pria Budi kepada Tribun menyebutkan, kondisi pencari kerja Pekanbaru saat ini ketika akan dilepas ke luar negeri, memang dalam segi bahasa. Kemampuan bahasa mereka masih minim, baik Bahasa Inggris maupun bahasa mancarin serta bahasa lainnya di Asia Tenggara.
Kondisi ini baru bisa kami atasi sebagian kecil. Untuk itu, kami meminta kepada tenaga kerja yang ingin keluar negeri supaya meningkatkan kemampuan bahasanya. Baik itu Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Bahasa Perancis, Bahasa Jerman, Bahasa Jepang dan Bahasa Korea. Namun yang utama adalah Bahasa Inggris karena bahasa ini adalah bahasa internasional,” ungkap Pria Budi.
Ditambahkan Kasi Bursa Kerja dan Informasi Kerja, Abdul Rahim, pengunjung Pekanbaru Job Expo pada hari kedua ini memang menurun dari hari pertama. Hal ini terjadi karena mereka yang datang pada hari pertama hanya menitip lamaran saja dengan temannya, dan ada juga yang masih melengkapi syarat mereka untuk melamar.
Total pengunjung hari kedua ini sebanyak 1.979 orang. Pengunjung didominasi oleh lulusan sarjana dan SLTA. Pengunjung yang tamatan sarjana sebanyak 1.052 orang dan tamatan SLTA sebanyak 553 orang. Sedangkan pengunjung DIII juga banyak yakni 339 orang, kemudian tamatan SD juga ada satu orang, tamatan SLTP 3 orang, tamatan DI 15 orang, tamatan DII 9 orang, tamatan S2 7 orang,” ungkap Abdul Rahim. (pekanbaru.tribunnews.com)

Baca: Pasca Teror Bom Sarinah, Begini Antisipasi Dari Pemprov Riau