Demo BBM Pembantu Rektor III USU Dukung Unjuk Rasa Mahasiswa

Kamis, 20 Juni 2013 05:57
BERTUAHPOS, MEDAN – Pembantu Rektor III Universitas Sumatera Utara (USU) Raja Bongsa Hutagalung mengawal aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa kampus tersebut. Dia mendukung mahasiswa berunjuk rasa dengan damai.
Â
Ratusan mahasiswa USU Medan kembali berunjuk rasa dengan cara memblokir jalan simpang Kampus USU.
Aksi unjuk rasa tersebut digelar Rabu (19/6/2013) sejak pukul 21.00 WIB.Â
Â
Mahasiswa membakar ban ditengah-tengah pertigaan antara Jalan Jamin Ginting dan Jalan Doktor Mansyur. Mereka memblokir jalan yang mengakibatkan kemacetan parah dari ketiga sisi jalan.
Â
Raja Bongsu Hutagalung mendukung secara penuh aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswanya. Hanya saja, aksi unjuk rasa tersebut tetap memperhatikan kaidah-kaidah yang ditetapkan dalam menyampaikan pendapat.
Â
“Pesan saya silakan berunjuk rasa, dulu saya juga mahasiswa. Unjuk rasa boleh, tapi ambil simpati masyarakat, jangan mengganggu lalu lintas. Kalau mengganggu, pasti masyarakat mengumpat. Bila perlu mahasiswa membawa bunga, jangan anarkis,” katanya, Rabu malam (19/6/2013).
Â
Kendati tidak ada mahasiswa yang meminta izin dari pihak rektorat, Raja menuturkan akan tetap mengawal proses unjuk rasa agar tidak terjadi anarkis. Dia berharap tidak ada korban dari pihak mahasiswa bila terjadi bentrokan dengan siapapun termasuk dengan aparat kepolisian.
Â
Pada prinsipnya, kata dia, mahasiswa sudah tidak bisa meminta pemerintah untuk membatalkan rencana kenaikan harga BBM. Pasalnya, DPR telah mengesahkan Undang Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (UU APBN-P) yang didalamnya terdapat paket penaikkan harga BBM.
Â
Untuk itu, dia berharap mahasiswa mengawal dengan kritis penyaluran pengalihan dana subsidi BBM kepada beasiswa pendidikan, pembangunan infrastruktur dan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM).
Â
“Demo yang kemarin (Senin malam sampai Selasa dinihari) itu saya sampai pagi ada di kampus, yang pasti mahasiswa jangan sampai kena, kalau sampai ada emosi sampai merusak fasilitas, masyarakat akan mengecap negatif, tunjukkan mahasiswa USU punya softskill dan attitude,” tegasnya. (bisnis.com)