• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Belajar Otodidak, Kini Budidaya Ulat Jerman Wahyu Hasilkan Rupiah, Begini Caranya

Tim Redaksi by Tim Redaksi
29 Januari 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Berawal dari iseng-iseng, Wahyu bersama sang istri, Nia membudidayakan ulat Jerman. Ulat Jerman ini dibudidayakan untuk dijadikan makanan burung milik mereka. Dia dan istri mempelajari cara pembudidayaan ini secara otodidak.

Awalnya Wahyu membudidayakan 1 ons ulat Jerman. Ternyata dari 1 ons bisa menghasilkan 2 Kg ulat Jerman. Melihat hasil yang didapat cukup banyak dengan modal yang sedikit, oleh karena itu Wahyu memutuskan untuk memasarkan ulat Jerman tersebut.

“Saya hanya belajar otodidak lihat dari youtube, sama sekali saya tidak tahu cara membudidayakan ulat Jerman ini awalnya. Rupanya berhasil dari satu ons bisa menghasilkan 2 kg, dari modal 10 ribu bisa mencapai Rp200.000. Dan menurut saya ini bisnis yang menjanjikan,” ungkap Wahyu, Selasa 29 Januari 2019.

Ulat Jerman ini kegunaanya untuk makanan ikan arwana, burung murai dan lainnya.

Cara membudidayakan ulat Jerman sendiri cukup mudah, pertama kali ulat dipuasakan selama 1 minggu pada media dari bahan papan atau triplek kemudian dilapisi dengan lakban ukuran 40×60 cm dan sedikit dedak ayam sebagai alasnya. Lalu untuk suhunya sedang saja rata-rata 25 derajat celcius, “Kalau terlalu panas dia akan mati,” katanya.

Setelah ulat dipuasakan maka ulat akan berubah menjadi kepompong selama 2 minggu, kemudian kepompong berubah menjadi kumbang, setelah menjadi kumbang baru dikawinkan selama 2 minggu maka akan memproduksi telur selama 1 1/2 bulan dan siap untuk panen setelah 2 bulan.

“Untuk melakukan puasa tergantung kita mau 1 ons atau 1 kg tergantung banyaknya, satu ons ulat bisa menghasilkan 2 kg produksi, sedangkan 1 kg bisa menghasilkan 30 kg dan proses sampai panen selama 2 bulan,” jelas Wahyu.

“Namun jika ingin menghasilkan lebih banyak telur lagi, dari ulat yang berumur 4 bulan, maka akan bisa menghasilkan kumbang yang besar. Karena semakin besar kumbangnya semakin banyak produksi telornya,” katanya.

Untuk makanan ulat Jerman ini Anda tidak perlu khawatir, ulat Jerman hanya makan sayuran seperti sawi, labu siam ataupun roti yang sudah kadaluarsa.

Nah, dengan mengikuti cara seperti ini, Wahyu dan Nia mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah dari hasil penjualan ulat Jerman tersebut.

Untuk 1 onsnya, ulat Jerman dijual seharga Rp10 ribu. Sedangkan untuk 1 Kgnya dijual dengan harga Rp90 ribu.

“Pembelinya kebanyakan yang memelihara burung murai, ikan arwana, kemudian kami juga jual melalui online seperti facebook,” pungkasnya.

Selain itu, Wahyu tidak hanya membudidayakan ulat Jerman, tapi juga Ulat Hongkong.

“Tapi ulat Hongkong sedikit susah membudidayakannya. Menurut saya, bisnis ulat ini cukup menjanjikan, pengeluaran sedikit tapi memberikan pemasukan yang berkali-kali lipat, disini juga bisa belajar berbudidaya siapapun yang ingin belajar akan saya terima dengan senang hati,” tutupnya.

Nah bagi yang ingin belajar membudidayakan ulat Jerman atau membutuhkan informasi sekilas tentang ulat Jerman, bisa lsngsung ke toko Wahyu yang beralamat di Jalan Kalijati Utama Simpang Tiga Pekanbaru. (cr1)

Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra
Edukasi

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

...

Read moreDetails
Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

Next Post

Sepekan Jelang Imlek, Harga Bawang di Pekanbaru Terus Turun

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.