• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 17 Januari: Penandatanganan Perjanjian Renville

Tim Redaksi by Tim Redaksi
17 Januari 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Perjanjian Renville memuat beberapa kesepakatan antara Belanda dan Indonesia. Salah satunya adalah bahwa Belanda mengakui wilayah Indonesia, yang terdiri dari sebagian Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera.

Isi lainnya adalah kesepakatan bahwa ada garis demarkasi antara wilayah Indonesia dan wilayah pendudukan Belanda. Isi perjanjian lainnya adalah Indonesia harus menarik mundur pasukannya dari wilayah pendudukan Belanda.

Isi perjanjian ini banyak ditentang oleh tokoh-tokoh perjuangan, karena dianggap sangat merugikan Indonesia. Salah satunya adalah Kartosuwiryo, yang kemudian hari mendirikan Negara Islam Indonesia.

Meski banyak ditentang, namun perjanjian Renville ini tetap ditandatangani masing-masing delegasi pada 17 Januari 1948. Pertimbangannya adalah dengan perjanjian ini, Belanda setidaknya mengakui keberadaan Indonesia.

Dinamakan perjanjian Renville karena perundingan dilakukan diatas geladak kapal perang AS, USS Renville.

Dalam perjanjian Renville, delegasi Indonesia dipimpin oleh Amir Syafrudin Harahap. Johannes Leimena menjabat sebagai wakil ketua. Sementara, dipihak Belanda diwakili oleh Kolonel KNIL peranakan Indonesia, Abdulkadir Widjojoatmodjo.

Perjanjian Renville dianggap sejumlah sebagai kekalahan diplomatik terbesar Indonesia. Akibat perjanjian ini, Indonesia harus kehilangan sebagian besar wilayahnya. (bpc2)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Aduh, Upacara K3 di Pemprov Riau Diwarnai Insiden Putus Tali Bendera dan Pengeras Suara Tak Berfungsi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.