BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Harga tiket pesawat bikin Riau inflasi pada akhir 2018. Sebab libur panjang pada akhir Desember, hingga pergantian tahun aktivitas perjalanan dengan menggunakan angkutan udara meningkat cukup tinggi.
Badan Pusat Statistik [BPS] Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan inflasi di Riau pada Desember 2018 sebesar 0,23 persen. Secara tahun kalender, sepanjang 2018 inflasi di Riau 2,45 persen. Artinya masih sesuai target pada angka di bawah 3 persen.
“Lebih kecil dari angka inflasi nasional yakni 3,15 persen,” ungkapnya dalam rilis yang disampaikannya pada Rabu, 2 Januari 2019 di Kantor BPS Riau, Jalan Patimura, Pekanbaru.
Untuk diketahui, rentang angka inflasi di bawah 3 persen termasuk rendah. Rentang angka inflasi 3-5 persen termasuk sedang dan 5-9 persen tergolong tinggi. Sedangkan jika angka inflasi di atas 10 persen tergolong hiper inflasi.
Aden menambahkan, tingginya tingkat bepergian masyarakat pada akhir tahun memberikan andil besar dalam angka inflasi tutup tahun 2018 ini. Tiket pesawat masuk dalam kelompok transportasi angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,13 persen. Selain itu, kelompok bahan makanan juga memberikan andil inflasi cukup besar terhadap inflasi Riau pada Desember 2018.
“Saya beli tiket pesawat sudah tak ada lagi harga di bawah Rp1 juta. Semuanya diatas Rp1 juta. Selain transportasi udara, bawang merah juga memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen, dan daging ayam ras 0,03 persen. Semua inflasi itu masih terkendali. Andil terbesarnya masih transportasi dan bagan makanan,” ungkapnya.
Inflasi di Kota Pekanbaru sebesar 0,18 pada Desember, sedangkan inflasi secara tahun kalender sebesar 2,54 persen. Kota Dumai, sebesar 0,22 persen dengan angka inflasi tahun kalender sebesar 1,85 persen. Sedangkan di Kota Tembilahan, pada bilang Desember mengalas inflasi sebesar 0,79 persen dengan total inflasi tahun kalender sebesar 2,64 persen.
Selama 2018, inflasi di Riau 2,45 persen itu dipengaruhi inflasinya harga rokok kretek filter sebesar 0,29 persen. Sedangkan beras memberikan andil inflasi sebesar 0,25 persen. “Memang tidak pernah rokok itu penyebab deflasi. Selalu inflasi karena tarif cukai rokok selalu naik,” katanya. (bpc3)









