• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Penelitian: Harimau Itu Makhluk yang Sensitif

Tim Redaksi by Tim Redaksi
12 Maret 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Harimau itu mahluk yang sensitif. Beberapa waktu belakangan di Plangiran Inhil konflik antara harimau dan manusia tengah berlangsung. Beberapa korban meninggal karena diserang kucing besar itu. Bahlan BKSDA Riau belum bisa meredam konflik ini, meski mereka turun dan berusaha menjinakkan harimau Sumatera itu.

Seorang Peneliti Indonesia di kampus Virginia Tech, Virginia, Amerika Serikat bernama Sunarto bersama dengan mitranya merilis hasil penelitian terkait harimau Sumatera. Kesimpulan dari penelitian mereka menyebutkan bahwa harimau itu adalah makhluk sensitif.

Penelitian yang berjudul: Threatened predator on the equator, Multi-point abundance estimates of the tiger Panthera tigris in central Sumatra, ini begitu rinci menjelaskan tentang harimau

Penelitian ini mengungkapkan tentang gangguan yang dialami oleh Harimau Sumatera akibat kehadiran manusia yang mengakibatkan rendahnya kepadatan populasi Harimau Sumatera di habitat mereka.

“Harimau tak hanya terancam dengan hilangnya habitat akibat deforestasi dan perburuan, namun mereka juga sangat sensitif terhadap kehadiran manusia,” ungkap Sunarto.

“Mereka bukan hanya tidak bisa bertahan di wilayah-wilayah dengan daya dukung yang memadai, namun mereka bahkan tidak bisa hidup di hutan yang memang sudah pas untuk mereka, jika di dalamnya terlalu banyak terjadi aktivitas yang dilakukan oleh manusia.”

Fenomena ini, tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara Asia lainnya, juga menjadi arena konflik kepentingan antara harimau dan manusia, yang umumnya dimenangkan oleh manusia.

Sekadar informasi, BBKSDA Riau hingga kini belum bisa memastikan harimau mana yang telah menyebabkan nyawa Yusri melayang, Sabtu 10 Maret 2018 malam lalu di Indragiri Hilir.

Baca: Harimau Sudah Makan 2 Korban di Inhil, DPRD Riau: Keselamatan Warga Harus Diutamakan

Seperti yang diterangkan oleh Humas Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau Dian Indriati, hingga kini tim BBKSDA Riau yang berada di lapangan masih mencari lebih jauh kepastian harimau yang telah merenggut nyawa buruh bangunan tersebut.

“Tersangka (harimau, red) masih diteliti kembali melalui identitas lorengnya,” ujar Dian, Minggu 11 Maret 2018.

Dian menerangkan, BBKSD Riau juga belum bisa memastikan apakah harimau sumatera yang menerkam Yusri sama dengan seeekor harimau yang selama ini dicari-cari (Bonita, red).

“Apakah Bonita atau harimau yang lain masih belum bisa juga dipastikan,” tuturnya.

Dian menambahkan, saat ini tim BBKSDA Riau bersama masyarakat setempat dan kepolisian masih menyisir lokasi yang telah menewaskan Yusri. “Tim masih di TKP dan bekerjasama dengan masyarakat,” singkat Dian.

Seperti yang diketahui, tewasnya Yusri menambah daftar masyarakat di Indragiri Hilir yang menjadi korban konflik dengan Harimau Sumatera. Sebelumnya, seorang warga bernama Jumiati juga menjadi korban amukan harimau di Indragiri Hilir beberapa waktu lalu.

Mirisnya, meskipun Tim KBKSDA Riau telah 2 bulan lebih di lokasi kejadian memasang perangkap, namun harimau tersebut tak kunjung tertangkap. Sementara Yusri sendiri tewas sesaat sedang menuju perjalanan pulang usai mengerjakan bangunan sarang burung walet, tepatnya di Sinar Danau Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran. (bpc3)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya
Lifestyle

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Next Post

Tanam Benang untuk Hilangkan Keriput Wajah Ternyata Bisa Sebabkan Kematian

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.