BERTUAHPOS.COM (BPC) – Zaman dimana individual lebih menonjol dan kehidupan sosial makin tertinggal, ternyata membuat banyak orang tidak bahagia, merasa sendiri, stres dan kadang sampai depresi.
Meski terlihat sibuk, terutama di depan gadget, ternyata banyak yang sesungguhnya merasa sepi. Akibatnya menjadi tidak produktif dan kurang kreatif. Padahal obat untuk bahagia di zaman serba sibuk ini amat mudah, yaitu menjadi kreatif.
Kreatif bagi sebagian orang dianggap hanya bakat alam atau bawaan, padahal kreatif itu bisa dipelajari, bisa dicari dan diakali, tergantung mau atau tidaknya kita. Patutlah kreativitas ini dipelajari karena menjadi kreatif bisa membuat seseorang menjadi bahagia.
Menurut Branding Consultant Uti Rahardjo, kreativitas muncul dari kesenangan seseorang dengan sesuatu. Misalnya dengan melukis dan menyanyi, biasanya mereka yang melakukannya, merasa bahagia.
“Dengan melukis, bernyanyi, kita enggak butuh apa-apa lagi kecuali happy. Misalnya kita ingin main piano karena memang ingin main piano,” ujar Uti.
Menurutnya masih banyak orang yang merasa tidak kreatif karena beranggapan “kreatif” hanya ditujukan bagi sebagian orang. Misalnya artis dan seniman. Padahal banyak orang tidak kreatif karena memang tidak mempelajarinya.
“Makanya orang yang tidak kreatif mungkin tidak bahagia. Karena itu motif. Dia merasa tidak kreatif makanya dia tidak bahagia,” katanya.
Keuntungan dari menjadi kreatif tak hanya itu. Kreativitas dinilai bisa mengasah kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau problem solving.
Keuntungan lain dari krativitas adalah wealth creation, atau memberikan nilai ekonomi. Karena kreativitas saat ini sudah bukan murni kreativitas tapi sudah bisa mendatangkan uang.
Sayangnya, masih banyak yang merasa kreativitas terbatas pada orang-orang tertentu. Padahal, dari balik karya ada ide yang bisa diwujudkan.
“Kita harus grow, harus sadar bahwa kita kreatif,” kata dia.***








