• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

AMAN, Jikalahari, dan GAPKI Bicara Konflik Lahan di Riau

Tim Redaksi by Tim Redaksi
12 November 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Asosiasi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari), dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) duduk dalam satu forum saat loka karya yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Riau di Hotel Drego, Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru, Sabtu kemarin.

Masing-masing dari pimpinan organisasi itu bicara soal konflik perkebunan di Riau. Mengingat, kondisi hutan antara kepentingan luasan lahan perkebunan memang tidak pernah sejalan hingga kini. Sehingga masalah tata batas dianggap pemicu utama terjadinya konflik. 

Wahyudi dari AMAN berbicara banyak antara konflik manusia dan hewan. Beberapa kasus itu terjadi di Kampar dan beberapa wilayah lain di Riau. Diantara konflik yang pernah mencut, yakni kasus penyerangan harimau kepada petani sawit. Menurut dia, masalah ini dipicu, karena pemerintah menempatkan posisi izin yang tidak sesuai dengan lokasinya.

“Kalau tren 2 tahun karakhir, konflik besar antara masyarakat dan perusahaan. Kasunya di Kuntu, Lipat Kain, Kampar. Kalau data konflik memang belum ada,” katanya. 

Koordinator Jikalahari Woro Supartinah berpendapat, kalau masalah konflik tidak akan pernah selesai, apalagi berkaitan dengan masalah perebutan tanah. Soal ini tidak ada jawaban pasti, kata dia. “Kami masih identifikasi. Ini masalah rumit dan susah untuk diselesaikan,” katanya. 

Woro sependapat demgan Wahyudi, bahwa faktanya sebagian besar konflik masyarakat dan perusahaan selalu dipicu dengan perebutan lahan. Dan pemerintah tidak akui status lahan secara adat. Sementara perusahaan selalu menang karena punya izin dan legalitas.

Ketua GAPKI Riau Saut Parlaungan Sihombing,  melihat masalah ini dari sisi yang lebih luas. Dulu, pemetaan lahan dilakukan dengan cara langsung turun ke lokasi. Namun sejak 2014 dilakukan pemetaan satelit. 

“Malah baru muncul. Ada banyak lahan yang izinnya tumpang tindih. Kalau sudah seperti ini, sulit mengatakan siapa yang salah. Bahkan antar instansi pemerintah saja tidak punya satu data yang sama,” katanya. 

Solusinya Kebijakan Satu Peta (KSP). Artinya ada satu kesamaan hukum dalam pelaksana di lapangan. Dengan demikian, antara masyarakat dan perusahaan punya garis batasan jelas dalam. Saut yakin KSP adalah solusi dari konflik.(bpc3)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau
Kuliner

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

...

Read moreDetails
Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Next Post

Tamat SMA Bingung Cari Kerja, Ini Ada Lowongan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.