• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Gapki Riau Harap Kebijakan Satu Peta Selesaikan Konflik Soal Sawit

Tim Redaksi by Tim Redaksi
11 November 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (Gapki) Riau menaruh harapan besar terhadap Kebijakan Satu Peta (KSP), sebagai solusi permasalahan konflik atas sawit selama ini. 

Kebijakan Satu Peta Nasional atau lebih sering disebut One Map Policy adalah kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dalam hal informasi geospasial.

Kebijakan ini pertama kali dijalankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2010 dan masih berlanjut sampai saat ini dimasa PresidenJoko Widodo saat ini (2016). 

Koordinator utama kebijakan ini yaitu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Badan Informasi Geospasial sebagai Ketua Pelaksana.

Ketua Gapki Riau Saut Parlaungan Sihimbing menyebut, memang butuh konsep jelas untuk mewujudkan hal tersebut, dan itu harus. Karena berkaitan dengan banyak kelompok masyarakat maupun industri kelapa sawit. 

Soal KSP masuk dalam rencana aksi nasional, yang dibagi dalam 4 bagian penting. Pertama, akan mempu memberikan dampak pada peningkatan kapasitas pekebun, kedua, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, ketiga, soal tata kelola dan mediasi konflik. Keempat, implementasi ISPO dan akses pasar. 

“Poin pentingnya ada pada bagian ketiga, yakni soal tata kelola dan mediasi konflik,” katanya. “Ini bertujuan untuk menyelesaikan konflik lahan, realisasi pembangunan kebun kelapa sawit masyarakat, dan percepatan penyelesaian konflik lahan,” sambungnya. 

Dia melihat, selama ini adanya peta yang tidak sama menjadi pemicu besar konflik lahan hampir disetiap daerah, termasuk di Riau. Karena ada banyak lahan yang tampang tindih. 

Jika KSP dilaksanakan maka semua akan merujuk pada acuan ini untuk memberikan kepastian hukum, untuk pengelolaan kebun yang berkelanjutan. 

“Tujuan utamanya, ya untuk menyelesaikan konflik lahan terkait perkebunan kelapa sawit. Implementasi untuk kebijakan itu adalah Badan Informasi Geospasial (BIG) sendiri, dengan didukung oleh Kemendagri, Kementan, KLHK, Kemen ATR/BPN dan Pemda Terkai,” sambungnya. 

Setelah itu, kata Saut, ukuran keberhasilan bisa dilihat dari tersedianya 1 peta di 18 provinsi sentra kelapa sawit, tersedianya fasilitator pemetaan partisipatif, berkurang konflik lahan 10% di wilayah perkebunan kelapa sawit per tahun, dalam jangka waktu 2018 hingga 2023. (bpc3)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau
Kuliner

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

...

Read moreDetails
Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Next Post

Hirup Udara Segar, Rusli Zainal Tampak Tersenyum Lebar Kenakan Baju Ungu

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.