• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pengusaha Ini Mengaku Produknya Makin Unggul Karena Minyak Sawit

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 Agustus 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Kang Yana adalah salah satu sosok pengusaha sukses di Kota Pekanbaru. Dua puluh enam tahun dia mantap dengan brand Pisang Kipas Kuantan oleh-oleh khas Pekanbaru.

Sebagai usahawan mandiri, Kang Yana memperhatikan betul kualitas produk unggulannya. Dia mengandalkan minyak sawit kualitas nomor satu yang menjadi pilihan, setelah mencoba beberapa minyak merk lain.

Jauh sebelum mengelola Pisang Kipas Kuantan, pernah satu dua tahun dia bekerja di perusahaan kayu Panca Eka di tahun 1988. Tepatnya sebagai supir kantor.

Kemudian Yana Patriana, lelaki asal Garut, Jawa Barat ini nekat banting setir keluar dari Panca Eka. Dia mengolah lahan sawit tak terawat dari sebuah perusahaan seluas 1.500 ha, dan teman-temannya memandang remeh.

Namun dengan semangat tinggi lahan itu digarap, dan usaha sawit itu pun berhasil. Tapi Yana tidak mau hanya menekuni lahan sawit itu. Dia pun kemudian buka grosir harian di daerah Soekarno Hatta Panam tahun 1997.

Kulitnya yang putih khas ‘Orang Sunda’, Yana disangka Toke Cina. Tapi itu justru membuat usahanya maju pesat. Usaha grosirnya maju, dan dia harus    merenung,  karena  mulai kesulitan untuk beribadah.  

“Hampir   12   jam   lebih selepas sholat Subuh saya hanya stelan singlet dan celana pendek. Akhirnya ibadah keteteran. Ini yang membuat saya berangsur-angsur menjual aset dagangan,” kata Kang Yana, sapaan karibnya saat ditemui di Gerai Pisang Kipas Kuantan II miliknya minggu ketiga Mei 2017 lalu.

Akhirnya   Yana  betul-betul  terjun  pada   usaha   Pisang  Kipas  Kuantan,   yang   memang   sebelum melakoni grosiran, bersama istrinya, Susi Hartiani, wanita berdarah Hindustan itu sudah mulai mengembangkan usaha pisang mertuanya, di Jalan Kuantan II Pekanbaru Riau di tahun 1991.

“Ya, dengan usaha pisang kipas ini saya berharap besar akan menjadi usaha alternatif untuk buah tangan dari Kota Pekanbaru,” kata Yana yang kini telah diminta sebagai pengurus KADIN di Pekanbaru, Riau.

Dari usaha Pisang Kipas ini sekarang Yana banyak dikenal berbagai pihak. Diminta mengisi seminar di berbagai instansi pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi. Dan di tahun 2002, dia mantapkan untuk menseriusi berdagang pisang kipas.

Pada 5 Mei 2007, gerai Pisang Kipas Kuantan II pindah ke gedung di Jalan Kuantan I. Kini Yana pun ikut membantu industri rumahan di sekitar gerai usahanya, dengan menampung kue-kue tradisional yang berkualitas.

“Ya saya tampung pembuat kue di sini dengan syarat berkualitas. Sehingga mereka terbantu. Dan mereka  tidak  keberatan dengan  tetap memakai  brand  Pisang  Kipas  Kuantan  II,” kata  Yana yang mengaku memberi keuntungan penuh pada pembuat kue tadi.

Dengan label Pisang Kuantan II, puluhan karyawan bergabung di sini. Mulai pemasok pisang dari Painan Sumatera Barat dan Medan, hingga supir untuk delivery order.

“Jadi kalau dibilang Pisang Kipas khas murni Pekanbaru Riau ya tidak juga. Justru pisang terbaik itu dari Painan,” tambah Yana.

Kini Yana juga mengembangkan usahanya hingga Pulau Jawa. Dia telah membuka cabang di Tangerang, Banten. Dia meyakini, peluang itu  terbuka   lebar.   Sebab permintaan   dari   luar   daerah   maupun   provinsi   ternyata   banyak berdatangan. “Ya, sampai-sampai saya tak bisa matikan handphone 24 jam,”aku Yana.

Untuk menjaga kualitas, Yana men-drope bahan mentah pisang dari Pasaman, Sumatera Barat. Begitu juga dengan minyak nabati yang digunakan.

“Jadi, saya bikin profesional. Otomatis orang akan kembali berkunjung ke mari. Soal minyak, saya ke tukang minyak olahan langsung. Kemudian saya sudah mencoba berbagai macam minyak nabati. Ternyata minyak nabati sawit Fresh Well dari Sinar Mas kualitas yang terbaik. Karena jika dipanaskan hingga suhu 250’C ternyata tidak gosong. Dan lemaknya 0%. Memang untuk produk kue-kue itu minyak nabati dari kelapa lebih cocok. Tapi untuk produk yang harus digoreng panas, maka minyak nabati dari sawit justru lebih baik,” yakin Yana.

Pemakaian minyak nabati sawit ini, kata Yana, sudah 4 sampai dengan 5 tahun dia lakukan. Jauh lebih baik dari produk sekelas lainnya.

“Tahun 1991 saya memilih minyak goreng dua merk terkenal, tapi masih ada kandungan lemaknya. Sejak dengan Fresh Well hasil kita maksimal, lebih garing, lebih enak dari yang sebelumnya. Maka kini kebutuhan minyak kita per bulan hingga 250 karton. Dan produk yang kita hasilkan rata-rata per hari hingga 6000 kg,” tandas Yana.(*)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Indonesia Punya Banyak Sawit Untuk Biodiesel China

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.