• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Mengintip ‘Kemegahan’ Kali Juang Dari Balik Puing Kehancuran

Tim Redaksi by Tim Redaksi
31 Juli 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Sebuah bangunan lusuh dan kumuh berada di dalam kawasan Masjid Raya An-Nur, Jalan Hang Tuah, Pekanbaru. Bangunan ini terlihat begitu kontras dengan bangunan lain yang ada di sekitarnya. Pintu masuk ke dalam bangunan itu sudah tidak terlihat lagi dari kejauhan, karena ditambah semak belukar. Ada jalan setapak memandu ke pintu masuk. Sekelilingnya tidak terlihat ada sesuatu yang istimewa.

Di dalam bangunan itu ada dua kolam berenang. Satu berukuran besar. Lainnya berukuran sedikit lebih kecil dari kolam berenang pertama. Kolam itu ke dalamannya sekitar 2 meter. Masih digenangi air. Aroma busuk bercampur bau pesing. Hampir semua permukaan air berlumut. Ada banyak sampah plastik dan sisa pakaian juga di sini.

Itulah Kali Juang. Berada dalam kawasan Masjid Raya An-Nur Pekanbaru, tidak membuat tempat ini megah seperti masjid dan rumah sakit di sekitarnya. Sebaliknya, tempat ini kotor, jorok dan berbau busuk. Hampir semua bagian dari bangunan itu sudah menjadi puing. Kayu dan papan yang dijadikan sebagai dinding pembatas, ambruk kemudian berserakan di lantai. Pecahan kaca ada di mana-mana.

Di sekeliling kolam berenang itu banyak pepohonan besar yang tumbuh tidak terawat. Bahkan sebagian besar lantai keramik tertutup pula dengan daun kering yang sudah membusuk. Kolam ini dikelilingi sebuah tribun yang keadaannya sama dengan bagiannya. Dibuat dengan semen dan gipsum. Bertiangkan besi, beratapkan genteng. Seluruh bagian itu didominasi oleh cat hijau tua. 

Di belakang tribun itu, ada satu lagi kolam berenang. Ukurannya lebih kecil dari kolam berenang utama. Kondisinya sama persis dan juga tidak terawat. Ada banyak lumut dan sampah di permukaan air. Ada banyak pohon liar yang tumbuh di sekitarnya. Ada banyak keramik rusak. Jelas sekali menggambarkan bahwa bangunan ini dulunya menghabiskan anggaran yang tidak sedikit dalam proses pembangunannya. Kali Juang tidak semegah dulu. Bangunan itu kini berdiri di balik puing-puing kehancuran.

Sejurus kemudian, terdengar suara samar-samar. Kian lama kiat jelas. Itu adalah suara belasan anak-anak yang tidak tahu dari mana asalnya. Mereka masuk dari pintu utama, seperti baru keluar dari dalam hutan, dan cepat sekali sudah berada di dalam kawasan itu. “Izin Pak Wartawan, Kami berenang ya?” ujar Rudi, seorang bocah seusia MDA itu sambil melenggang masuk ke dalam bangunan kumuh Kali Juang. 

Dia dan teman-temannya yang lain, sering nyebur di kolam berenang itu yang ada di bagian belakang tribun. Sebab di sini airnya lebih jernih dan lebih dalam. “Iya. Kami tiap hari ke sini, berenang,” ujarnya. “Iya. Dengan kawan-kawan. Berenang di sini tidak perlu minta uang sama gaek (orang tua). Gratis,” sambungnya sambil tertawa.

​

Belasan teman lainnya hanya tertawa mendengar bicara Rudi. Begitu lepas, tanpa rasa segan sedikitpun. Sepertinya, dia dan teman-teman lainnya menjadi pelanggan setia menggunakan fasilitas Kali Juang ini. Sebab dulu, dia juga sering dibawa ibunya ke sini. “Dulu bagus bang. Awak (saya) sering dibawa gaek ke sini,” ujar Rudi.

Perbincangan ini hanya sambil lewat saja. Dia kemudian melepas seluruh pakaiannya dan memanjati sebuah besi penopang atap. Dengan sekejap dia sudah berada di atas sana tanpa busana. Dia yang pertama kali membuka aksi dan berusaha membuat teman lainnya terpukau dengan itu. Tanpa ragu dia melompat dari atap setinggi empat meter itu, kemudian brusss… Tubuhnya sudah hilang di balik lumut-lumut kolam.

“Rud, pakai cenana. Nanti gatal-gatal,” kata Revan, teman Rudi yang masih duduk mencangkung di bibir kolam. “Awak alah tabiaso. Beko basah celana, curiga gaek den (nanti kalau basah celana curiga ibu saya),” ujarnya dengan logat Minang. Seperti itulah kira-kira. Meski dengan kondisi yang sudah hampir runtuh, Kali Juang tetap “mempesona” bagi belasan anak-anak ini.

Di tengah asiknya melihat anak-anak itu mandi, muncul dua orang remaja tanggung, perawakan kurus. Satu kenakan kaos hitam polos, satu lagi pakai kaos putih bermotif. Mereka tidak kaget dengan anak-anak yang tengah mandi, sebab di sini pemandangan itu sudah biasa. Setelah melihat-lihat, kedua remaja itu pergi. (bpc3)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya
Lifestyle

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Next Post

Hotspot Sumatera Muncul Lagi, Paling Banyak di Riau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.