• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Terancam si Emas Hitam

Tim Redaksi by Tim Redaksi
26 Juni 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Negara berkembang kini berada di ambang malapetaka. Ketergantungan terhadap impor minyak mengancam stabilitas ekonomi negara-negara industri baru, termasuk Indonesia.

Betapa tidak, harga si emas hitam ini tengah melambung tinggi. Terakhir, harga minyak rata-rata menembus US$114,2 per barel atau naik lebih dari 10 persen. Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak mentah jenis brent saja sudah naik hingga 5 persen. Semuanya terjadi setelah Irak, salah satu pemasok minyak dunia, dilanda konflik.

Bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, India, dan Turki, kenaikan harga minyak mendatangkan bencana ekonomi. Sebab, negara-negara ini masih mengandalkan impor sebagai sumber pasokan minyak untuk kebutuhan industri maupun individu. Apalagi, Indonesia dan India memberlakukan subsidi, yang nilainya bisa mencapai 25 persen dari belanja negara.

Walhasil, kurs rupiah dan rupee terhadap dolar Amerika terus melemah. Rupiah saja kini sudah menembus Rp12 ribu per dolar. Jika harga minyak terus menanjak, beban belanja subsidi akan semakin berat dan neraca perdagangan terus tergerus. Rupiah pun semakin terperosok.

Melihat kondisi ini, analis dari perusahaan pialang PVM, David Hufton, mengatakan pemulihan ekonomi negara berkembang kian terancam. Hufton pun memperingatkan pemerintah negara berkembang untuk mengurangi impor minyak, jika harga emas hitam itu sudah melampaui US$125 per barrel karena bisa mengancam pemulihan ekonomi secara global.

Jalan satu-satunya untuk selamat memang mengurangi impor minyak, dan mencari sumber energi baru.(Plasadana)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya
Lifestyle

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Next Post

Dompet Duafa Siapkan Enam Program Ramadhan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.