• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sudahkah Rupiah Jadi Tuan Rumah di Indonesia?

Tim Redaksi by Tim Redaksi
19 Juni 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, BATAM  -Rupiah harus menjadi tuan rumah di negara sendiri. Untuk itulah Undang-undang No 7 tahun 2011 menyebutkan rupiah sebagai lambang kedaulatan negara dan wajib digunakan pada transaksi apapun di dalam negeri.

Sayangnya, kenyataan di lapangan berbicara berbeda. Banyak daerah di Indonesia yang masyarakatnya masih menggunakan mata uang lain dalam bertransaksi.

Tidak hanya di wilayah perbatasan, seperti Atambua (Nusa Tenggara Timur (NTT), Etikong (Kalimantan), Papua dan Batam (Kepulauan Riau). Namun juga di pusat kota. Misalnya Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali.

“Dalam prakteknya, masih banyak transaksi di dalam negeri yang menggunakan non rupiah,” kata Direktur Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Lambok Siahaan pada seminar bertajuk Rupiah Lambang Kedaulatan Negara di Batam, Rabu (18/6/2014)

Sektornya pun beragam. Mulai dari perdagangan batubara, produk kimia, alat-alat berat, mesin tekstil, sewa-menyewa ruko pada pusat perbelanjaan, ruang perkantoran, pembelian properti dan pembayaran hotel.

Kemudian juga ada penetapan harga pada penjualan komputer dan alat-alat elektronik lainnya serta pembayaran travel agency, jasa-jasa pelabuhan dan bandar udara (bandara).

“Tak cuma itu, transaksinya juga ada di pasar baru Bandung, glodok dan tanah abang Jakarta,” ujarnya

Jenis mata uang yang beredar, tentunya juga tidak hanya dolar Amerika Serikat (AS). Namun juga dolar Singapura, ringgit Malaysia dan kina Papua. Khusus untuk perbatasan, mata uangnya sesuai dengan lokasi negara tetangganya.

“Jadi memang banyak macamnya. Meskipun yang dominan itu adalah dolar AS,” kata Lambok.

Pada kesempatan yang sama pengamat ekonomi, Farial Anwar menilai kebutuhan adalah salah satu kecenderungan alasan pihak-pihak yang menggunakan mata uang selain rupiah. Semua realita yang terjadi di lapangan, bahkan menurutnya kadang tak terkait dengan kecintaan terhadap negara.

“Rupiah dibutuhkan, tapi tak dicintai. Makanya sampai sekarang masih banyak yang menggunakan dolar atau yang lainnya. Padahal tak ada kaitan dengan kecintaan,” ujar Farial.

Misalnya untuk kalangan dunia usaha yang setiap hari berkutat dengan kegiatan ekspor impor. Untuk terminal handling charge (THC) dan container handling charge (CHC) serta ongkos angkut logistik dengan kapal masih menggunakan dolar AS.

“Biaya di pelabuhan, harta rata-rata untuk angkut petikemas 20 feet misalnya berkisar antara US$ 100-150,” imbuhnya.

Upaya untuk meletakkan rupiah dalam sebuah lambang kedaulatan negara sudah terlihat melalui UU No 7 tahun 2011. Meskipun Indonesia sudah merdeka 66 tahun sebelumnya. Terlambat atau tidak, tapi itu harus segera dibumikan.

“Dengan UU ini, rupiah terlihat seperti berkuasa di rumahnya sendiri. Namun sejak disahkan 31 Mei 2011, UU ini tak berjalan secara optimal. Tak ada pengawasan, apalagi penegakkan hukum kepada pelanggar UU,” pungkasnya(Detikfinance)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Harga minyak kembali panas

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.