• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kemukus: Ini Bukit Selingkuh

Tim Redaksi by Tim Redaksi
9 Februari 2017
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM (BPC) – Ada bukit unik di Sragen, Jawa Tengah. Dikatakan unik, karena di bukit ini terdapat tradisi selingkuh. Laki dan perempuan yang ‘bobok mesra’ bukan pasangan suami-istri, tetapi selingkuhan. Mereka baru kenal di bukit ini, dan memadu kasih untuk sebuah tujuan. Ngalab berkah.

 
Jika jalan-jalan ke Sragen, ada bukit kecil yang sekarang berubah menjadi pulau akibat  waduk Kedungombo di era Orde Baru. Bukit ini menggelitik. Itu karena bukit ini banyak didatangi orang. Laki-laki maupun perempuan yang hendak selingkuh.
 
Daerah ini juga berkembang pesat. Jalanannya mulus beraspal. Rumah megah berdiri berjajar. Kehidupan semarak. Perekonomian lancar. Itu karena di area ini berdiri lokalisasi pelacuran. Pelacur, bagian dari uborampe (kelengkapan) ritus seks yang disyaratkan.
 
Tahun 70-80-an saya sering ke daerah ini. Kondisi jalannya masih tanah liat. Ada dua warung kecil berdiri di gigir waduk. Ada perahu yang mengantar ke bukit. Ada ibu-ibu tua berjualan bunga. Dan kondisi rumah penduduk masih sangat sederhana kalau tidak boleh dibilang miskin.
 
Jika kita ingin ‘nakal’, tahun-tahun itu, dari mulut desa ini kita perhatikan perempuan-perempuan yang datang. Kalau wajah mereka sendu sambil membawa sebungkus kembang, itu pertanda bahwa perempuan itu sedang ngalap berkah. Mencari peruntungan melalui ritus sakral.
 
Ritus itu dimulai dari melapor pada juru kunci. Menerangkan maksud dan tujuan datang. Habis itu mandi di Sendang Ontrowulan. Menabur kembang di makam Pangeran Samudera sambil merapal doa. Diakhiri dengan bobok mesra yang dulu dilakukan di semak-semak yang ada. (Baca buku Djoko Su’ud Sukahar : Serat Gatolotjo & Sakralitas Yoni, Penerbit Narasi Jogyakarta, tahun 2012).
 
Akibat makin lama kian jarang perempuan yang melakukan ritus itu, sisi lain lelaki yang berminat semakin banyak, hukum dagang pun berlaku. Sekarang kalau datang ke Kemukus, terbanyak adalah lelaki hidung belang. Itu karena di areal ini sudah berdiri lokalisasi pelacuran. Tidak jelas, sekadar memuaskan nafsu atau bagian dari ritus itu.
 
Ritus ini memang aneh. Mereka harus merelakan tubuhnya untuk diserahkan pada laki-laki yang bukan muhrimnya. Itu se-aneh gadis-gadis yang melakukan uzlah di Gua Jodoh yang terdapat di seputaran Gua Langse, Parang Endog, yang masuk segitiga pantai bernuansa mistis, Parang Kusuma dan Parang Tritis.
 
Keanehan ritus ini bermula dari sebuah legenda. Di era Kerajaan Demak, hidup Pangeran Samudera, putra mahkota yang menjalin hubungan asmara dengan Dewi Ontrowulan. Gadis jelita, kembang kerajaan ini, memikat hati para lelaki yang menghargai kecantikan.
 
Suatu hari, Raja Demak, ayah Pangeran Samudera, meilhat sosok gadis ini. Dia tidak tertarik menjodohkan dengan sang putra. Dia jatuh hati dan melamarnya untuk dijadikan permaisuri. Ini pangkal huru-hara di kerajaan ini.
 
Saat gelar perkawinan akbar dilakukan, Dewi Ontrowulan kabur dari keputren. Dia melarikan diri bersama Pangeran Samudera. Raja murka. Dia menyuruh pasukan kerajaan memburu. Titah raja, prajurit harus menangkap hidup-hidup atau membunuhnya. Jika gagal tidak boleh balik ke istana.
 
Beberapa tahun kemudian muncul Kemukus. Sebuah daerah perdikan yang ramai didatangi penduduk dari kerajaan-kerajaan lain. Saat itu sang penguasa dan permaisurinya (Pangeran Samudera dan Dewi Ontrowulan) asyik bercinta. Keduanya bugil bertindihan.
 
Pasukan pemburu dari Demak telah menaklukkan para pengawal. Mereka kini menemukan buruan yang diincar agar bisa kembali ke kerajaan. Maka ketika sejoli ini sedang merenda kasih, prajurit Demak itu menancapkan tombaknya ke tubuh mulus itu.
 
Tombak itu tembus ke badan keduanya. Mereka mati gancet. Konon sebelum meninggal, Pangeran Samudera berucap, siapa saja, anak keturunannya, jika ingin meraih sukses diharuskan meniru langkahnya. Ini yang ‘menjadi’ acuan ritus di Kemukus dulu dan sekarang.
 
Ini masih untung. Legenda itu ditafsir dengan ritus ‘hubungan intim tidak se-muhrim’. Lah kalau ditafsirkan sebagai hubungan antara anak dan ibu makin runyam lagi. Adakah dengan begitu ritus ini perlu dihapus dalam sejarah?
 
Saya tidak setuju dengan itu. Biarpun saya juga tidak sepakat kalau ritus itu terus dibiarkan. Sebab terlalu banyak hal-hal seperti ini ada di negeri ini. Kisah  Toar dan Lumimuut yang dipercaya sebagai cikal-bakal etnis Minahasa di Manado juga sama. Termasuk Sangkuriang dan Dayang Sumbi di Tatar Sunda.
 
Tradisi dan legenda itu tak harus dihapus. Namun jadikan sebagai tonggak sejarah, bahwa bangsa ini pernah punya tradisi seperti itu dalam perjalanannya di masa silam, di masa kelam, yang bisa dijadikan bekal untuk introspeksi diri jika sedang lupa diri. (jss)
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Setelah Sekian Lama, Siak Ada Hotspot Hari Ini

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.