BERTUAHPOS. COM (BPC), SIAK – Homeland of melayu (tanah air melayu), inilah salah satu jargon dari kota Siak, selain itu jargon yang digadang-gadangkan adalah The truly of malay. Daerah yang mayoritas melayu ini memiliki destinasi wisata andalan yakni Istana Asyerayah Al Hasyimiah.Â
Kendati demikian, para pengunjung yang menyambangi Siak justru kesulitan untuk mendapakan makanan khas melayu yang siap dihidangkan oleh pemilik usaha kuliner Siak.Â
Dani, salah satu pengunjung yang sengaja mampir ke kota Istana saat akan menuju ke Bengkalis ini sempat bingung untuk mencicipi makanan khas melayu, sebab sepanjang jajakan makanan hanya menyajikan menu pada umumnya.Â
“Dilihat sepanjang jajaran kuliner malam diturap, menunya biasa aja ngak ada yang khas, jadi kita bingung mau makan makanan khas melayunya dimana, ” sebutnya saat bertuahpos temui selasa (27/9/2016).
Seharusnya, dengan adanya wisata andalan dan mengedepankan budaya melayu, Siak bisa menyediakan kuliner yang menuju kemasakan melayu, agar pengunjung tidak hanya merasakan nuansa melayu tapi lebih dekat dengan melayu ketika menyambangi Siak.Â
“Seharusnya pemerintah bisa menerapkan menu wajib khas melayu, kalaupun setidaknya ada tempat khusus makanan melayu,” harapnya.Â
Disisi lain, remaja Siak pada umunya sudah mulai melupakan makanan khas melayu. Devi salah satu siswi SMA 1 Siak mengungkapkan punahnya makanan khas melayu ini mulai ia rasakan, “Jarang nemuin makanan khas melayu, jadi kita banyak ngak tau makanan melayu itu apa aja, ” ujarnya.Â
Dirinya menambahkan, tempat makan atau bahkan cafe yang hadir kini lebih mengangkat menu western yang disuguhkan bagi pengunjung.Â
“Sekarang juga mulai banyak kan mbak bermunculan tempat nongkrong anak muda, yaa.. mereka lebih suka mengangkat makanan western dibanding makanan khas. Dan kedai nasi juga hanya menyediakan makanan biasa,” tambahnya.Â
Pantauan bertuahpos, jajakan kuliner disepanjang turap masih didominasi dengan menu seperti, bakso, sate, mie aceh, beragam just, kebab, dan sop tunjang. Selain itu ruko-ruko yang ada diseputar kota didominasi oleh kedai kopi.Â
Penulis : Ely








