BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Kasus ditemukannya paket sabu di kantor DPRD, Rabu kemarin seolah menjadi soft terapi bagi Pemerintah Provinsi Riau. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengintruksikan untuk dilakukan pengawasan ketat terhadap kantor Gubernur Riau.
“Di kita pasti akan ada peningkatan pengawasan,” ujarnya saat ditemui di kantor Gubernur Riau, Kamis (15/09/2016).
Dia menambahkan, terkait penemuan sabu di kantor DPRD Riau, secara instansi, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengungkapkan rasa perihatinnya. Para pimpinan diinstansi itu diminta untuk lebih waspada kedepannya.
“Kita harapkan kedepan tidak ada lagi. Penjagaan keamanannya lebih ekstra, orang yang masuk harus diprihatikan apalagi kalau sudah berada di ruang tertentu,” sambungnya.
Dia menambahkan untuk di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau sendiri, upaya untuk lebih melakukan peningkatan kewaspadaan terhadap keamanan perlu dilakukan. Langkah ini dilakukan agar kantor pemerintahan tidak mudah disusupi pihak yang tidak bertanggungjawab.
“Kalau untuk rencana tes urin, dari pihak BKP2D sudah mengupayakan itu. Mereka tengah susun rencananya sekarang,” sambungnya.
DPRD Provinsi Riau siang kemarin dihebohkan dengan penemuan alat isap sabu (bong), plastik pembungkus sisa sabu dan sebuah papan bertuliskan ‘Dilarang Keras Nyabu Disini’di ruang kontrol Ac lantai dua oleh Jajaran personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Pekanbaru. Hingga saat ini peristiwa tersebut sudah ditangani aparat kepolisian setempat
Penulis: Melba









