• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pembonceng Rentan Tewas dalam Kecelakaan Sepeda Motor, Ini Penjelasannya

by
14 Juli 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC) – Sepeda motor jadi alat mobilitas populer dan lebih terjangkau, dibanding dengan mobil. Bahkan saat ini dimanfaatkan untuk berbisnis, seperti Gojek dan Grab Bike, walaupun bukan tergolong kendaraan umum.

Terlepas dari keuntungan-keuntungan menggunakannya, sepeda motor ternyata memiliki status sebagai kendaraan tunggal. Artinya akan ideal jika digunakan tanpa berboncengan.

Dalam beberapa kasus kecelakaan, pembonceng kerap menjadi korban luka berat dibanding pengemudinya, atau bahkan meninggal dunia. Ini artinya, kalau pembonceng sepeda motor punya resiko besar. Hal ini lantaran pembonceng tidak bisa mengantisipasi, dan tidak memiliki genggaman yang pas dan sempurna (kecuali memeluk pengemudi).

“Pembonceng sepeda motor lebih riskan terlontar, karena mereka tidak seperti si pengemudi yang berpegangan ke setang motor. Lebih dari itu, penumpang juga tidak mampu mengantisipasi kondisi yang akan terjadi, seperti pengemudi,” ujar Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) kepada KompasOtomotif, Rabu (13/7/2016).

Edo memberikan beberapa saran, agar pemboceng memiliki kesempatan untuk bisa selamat, dan ikut berkontribusi membuat pengemudi nyaman. Pertama adalah, si penumpang memang harus menyatu dengan pengendara.

“Menyatu di sini yaitu berpegangan erat dengan pengendara di bagian perut. Lalu, tidak melakukan gerakan berlawanan dengan pengendara, ketika bermanuver,” tutur Edo. Kemudian terakhir, yang juga penting, lanjut Edo, memakai helm pelindung kepala yang mumpuni sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI).(kompas.com)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya
Lifestyle

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Next Post

Rapat Evaluasi Kebersihan Pemko Molor Satu Jam , Wartawan Dilarang Masuk

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.