• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

RTRW Tak Kunjung Tuntas, Investasi di Riau Kian Memburuk

by
15 Juni 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau masih terkendala dalam pemberian izin terhadap investasi. Kendalanya tetap sama, yakni Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Dimana sampai saat ini, rekomendasi untuk izin investasi masih sulit dikeluarkan, mengingat peta RTRW antara pusat dan daerah masih rancu dan belum ada ketetapan.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Riau, Ismaili Fauzi, menyebutkan, sejauh ini pihaknya lebih menjaga investasi yang sudah ada dulu. Misalnya untuk perusahaan-perusahaan yang sudah bergerak lama dan melakukan peningkatan investasi.

“Sejauh ini, setiap izin yang akan kita terbitkan, harus juga melalui rekomendasi dari BLH. Karena itu tadi, peta RTRW antara pusat dan daerah tidak sesuai,” kata Ismaili, Rabu (15/06/2016).

Pihaknya juga terus mendesak pihak perusahaan agar melaporkan secara berkala Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Dimana perusahaan dengan izin usaha tetap (IUT) wajib melaporkan setiap 6 bulan. “Sementara perusahaan dengan izin prinsip per 3 bulan,” tegas Ismaili.

Saat ini SK Perubahan RTRW yang diterima Provinsi Riau bernomor SK.314./MENLHK/SETJEN/PLA.2/4/2016n tertanggal 20 April 2016. SK tersebut merupakan revisi dari SK 878/Menhut-II/2014 tertanggal 29 September 2014.

Dimana hanya seluas 65 ribu hektare dari 2,7 juta hektare lahan yang diusulkan Pemerintah Provinsi Riau yang diakomodir. Sementara sisanya 2,6 juta masih masuk dalam kawasan hutan. Kondisi ini yang memperburuk realisasi investasi di Provinsi Riau.

Penulis: Yan

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run
Lifestyle

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

...

Read moreDetails
Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

Next Post

Harga Belum Semanis Rasa, Pekanbaru Tambah 100 Ton Gula Pasar Murah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.