• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ketika Anak-anak Berkebutuhan Khusus Berjuang Mengikuti Ujian Nasional

by
16 Mei 2016
113
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC) – Dunia bisu, miskin kata-kata, dan miskin bahasa adalah kata yang pas untuk menggambarkan tiga siswa Sekolah Liar Biasa (SLB) Negeri Ungaran, Laurenita Hening Yovitasari (12), Agung Renal Saputra (12) dan Dwi citra narutama (12).

Sama halnya dengan ribuan siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Semarang lainnya yang hari ini mengikuti Ujian Nasional (UN), mereka juga tengah berjuang agar kompetensi akademiknya diakui oleh negera melalui ujian nasional.

Meski demikian, mereka tetap mendapatkan perlakuan khusus lantaran keterbatasan fisik mereka. Ketiganya adalah siswa berkebutuhan khusus tuna rungu.

“Bagi mereka ini, dunia sepi. Mereka miskin kata, miskin bahasa. Ketika membaca satu kata yang tidak tahu, maka seluruh kalimat putus maknanya. Jadi harus dijelaskan,” ujar Kepala SLB N Ungaran, Asngari, Senin (16/5/2016).

Hari pertama UN SD ini, mata pelajaran yang diujikan adalah bahasa Indonesia sebanyak 50 soal dengan waktu pengerjaan 2 jam.

Untuk memastikan soal-soal dikerjakan tanpa kecurangan, panitia menempatkan dua pengawas dari sekolah yang berbeda. Tugas pengawas Ujian Nasional bagi anak-anak berkebutuhan khusus ini memang sedikit berbeda dengan tugas pengawas untuk ujian nasional anak- anak pada umumnya.

Selain memastikan ujian berjalan dengan tertib, mereka juga membantu anak-anak ini memahami soal-soal ujian.

“Ngisi nomor peserta saja memang harus seteliti mungkin. Karena kemungkinan anak-anak seperti ini kan tidak mendengar, jadi mereka tidak bisa memahami untuk silang atau dilingkari, tadi saja hampir mencentang,” kata Umi Yaniar Astri, salah satu pengawas dari SLB Wahid Hasyim Beringin.

Umi mengaku harus ekstra sabar mendampingi peserta ujian anak-anak SLB ini, sebab dengan keterbatasan fisik yang dimiliki mereka berpotensi melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal-soal Ujian Nasional.

Umi menyebutkan,  pendampingan ini hanya sebatas membantu anak-anak memahami perintah dan soal-soal yang ada.

“Hanya memastikan mengisi nomor peseta, kemudian pembacaaan soal. Jadi misalnya ada satu kata saja yang abstak pada satu kalimat, sudah putus! mereka ndak tahu materinya apa. jadi kita pelan-pelan membacakan soalnya, perlakuan khususnya itu,” katanya.

Keterbatasan bahasa yang menghambat para siswa berkebutuhan khusus dalam memahami soal-soal ujian ini tidak serta merta menjadi stempel bahwa anak-anak ini tidak mampu mengerjakan soal ujian.

Mereka tetap bersemangat untuk belajar dan mengikuti ujian asional yang masih akan berlangsung dalam dua hari kedepan. Apalagi kehadiran para pengawas khusus yang memahami karakter dan bahasa para siswa berkebutuhan khusus ini setidaknya dapat membantu kelancaran pelaksanaan ujian nasional anak-anak SLB.

Setidaknya hal itu bisa terbaca dari ekspresi salah satu peserta UN SLB, Laurenita Hening Yovitasari (12) saat ditanyai apakah dapat mengerjakan soal-soal UN.

Dengan bahasa isyarat Laurenita mengangguk tanda membenarkan peryataan tersebut. Penyelenggaraan UN SDLB di Kabupaten Semarang tahun ini diikuti oleh 4 siswa berkebutuhan khusus. Yakni 3 siswa SLB Negeri Ungaran dan satu orang siswa SLB Wahid Hasyim Beringin. Keempat siswa tersebut merupakan siswa tuna rungu.

 

Sumber: Kompas.com

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Spesifikasi dan Harga Poco F9 Pro, Punya Sistem pendingin 3D IceLoop
Teknologi

Spesifikasi dan Harga Poco F9 Pro, Punya Sistem pendingin 3D IceLoop

...

Read moreDetails
Inilah 4 Tempat Wisata di Banten yang Hits Selain Pantai

Inilah 4 Tempat Wisata di Banten yang Hits Salah Satunya Pantai Tanjung Lesung

Rekomendasi 4 Sepatu Running New Balance yang Ringan dan Empuk

Rekomendasi 4 Sepatu Running New Balance yang Ringan dan Empuk

Kabut Asap Pekat Ganggu Penerbangan di Pekanbaru, Sejumlah Pesawat Delay hingga Batal

Rekomendasi 7 Sunscreen Ampuh Melawan Flek Hitam Sekaligus Mencerahkan

Rekomendasi 7 Sunscreen yang Ampuh Melawan Flek Hitam Sekaligus Mencerahkan

Material Elastis dan Zip Closure, Berukut Keunggulan Crop Top adidas Terbaru

Material Elastis dan Zip Closure, Berukut Keunggulan Crop Top adidas Terbaru

Next Post

Beras Bulog, Murah Tapi Bukan Murahan, Boleh Dicoba

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.