• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Disperindag di Minta Tegas Kepada Agen Nakal

Tim Redaksi by Tim Redaksi
19 Oktober 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru dinilai kalangan tidak tegas terkait sanksi pemutusan pendistribusian agen elpiji yang nakal.

Anggota Komisi II, Roem Diani Dewi, Senin (19/10/2015) mengatakan, sanksi yang diberikan disperindag tersebut tidak cukup hanya pemutusan hubungan saja. Melainkan, harus mencabut izin agen tersebut.

“Langsung saja dicabut izinnya jika mereka melanggar. Soalnya ini sudah keterlaluan dan gara-gara mereka masyarakat menderita,” ujar Roem

Meskipun dirinya menilai Disperindag tak tegas soal agen yang nakal, namun roem tetap mengapresiasi kinerja Disperindag yang berhasil mengungkap permasalahan agen nakal di Pekanbaru. Pasalnya, dari 29 agen yang nakal, 6 diantaranya dicabut izinnya.

“Semestinya, Disperindag harus lebih tegas lagi. Pasalnya, dari 29 agen cuma 6 yang dicabut izin. Jangan PHP dan langsung saja cabut izinnya,” katanya lagi.

Setelah dicabut izinnya, kata Roem, Disperindag harus lebih selektif lagi jika mengeluarkan izin kedepannya. Dirinya menduga, agen elpiji yang nakal tersebut sudah pasti melakukan permainan. Padahal banyak pangkalan yang berkomitmen untuk serius berjualan tapi tidak dapat stok.

“Ini kan lucu, yang bermain dipertahankan yang lurus-lurus saja tak dapat stok. Disperindag harus awasi secara rutin semua pangkalan yang telah diberi izin” terang politisi PKS tersebut.

Untuk itu dirinya meminta kepada Desperindag untuk bisa memastikan bahwa di Pekanbaru masih tersedia elpiji. Selain itu, jika ada kelangkaan, disperidag harus melakukan operasi pasar. (Iqbal)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya
Lifestyle

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Next Post

Nyamuk Malaria Ternyata Suka Bau Keringat Manusia

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.