• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ekonomi Lemah Bagaimana Pengusaha Bersikap, Ini Ancaman dan Peluangnya

Tim Redaksi by Tim Redaksi
10 Oktober 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Tidak sedikit pengusaha dan ekonom mulai pesimis dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau di tahun ini. Asap, rupiah terpuruk, realisasi anggaran pemerintah yang rendah, haraga komuditas unggukan di Riau bahkan sempat jatuh beberapa waktu belakangan. Faktor itu ternyata cukup membuat perekonomian Riau menjerit. Pelaku UMKM mengeluh daya beli masyarakat menurun. Produki terpaksa diturunkan. Pengusaha mulai memikirkan optimalisasi, dengan merumahkan beberapa karyawannya. Proyek pembangunan berjalan lamban. Ancaman pemutusah hubungan kerja mulai mencuat ke permuaan.

Ibarat berada disebuah tikungan tajam, semua roda penggerak perekonomian kini menghentikan injak pendal gas, dan perlahan ngerem. Menurut Fasilitator Markplus Institute Anang Supardi, dalam situasi seperti ini, hanya ada dua kemungkinan bagi perusahaan. Pertama ancaman (threat ) atau peluang (opportunity). “Yakinlah, setelah tikungan pasti ada jalan lurus,” katanya.
 
Justru dalam momentum krisis seperti ini, seharusnya dijadikan kesempatan bagi perusahaan untuk melakukan inovasi lebih terhadap produk, bagaimana tingkat market sale bisa capai target. Dalam situasi seperti ini, semua pengusaha menginjak pendal rem. Sesungguhnya momentum seperti inilah kesempatan bagi pengusaha untuk menginjak gas agar bisa menikung produk lain. Sehingga saat berada di jalan lurus, tinggal tancap gas. (BACA: Anang Supardi: Ekonomi Riau Ditopang Tingkat Konsumsi)
 
Sebenarnya, perekonomian Provinsi Riau tidak jauh berbeda dengan prinsip dasar perekonomian Indonesia. Ekonomi di Riau ditopang tingkat konsumsi. Anang juga sependapat dengan hal ini. Menurutnya, jika daya beli masyarakat melemah kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi Riau juga akan melambat. Dia menyebutkan hingga saat ini, tingkat konsumsi di Riau memang masih belum kuat.

Sektor lain yang bisa menopang adalah sektor ekspor. Beberapa waktu belakangan memang sektor ekspor komuditi andalan Riau bermasalah. Sehingga menyebabkan pertumbuhan ekonomi Riau pada kwartal I dan II minus sekian persen. “Karena ekspornya bermasalah,” katanya.
 
Caranya, Pemerintah Provinsi Riau harus belanja. Jika Pemerintah Riau masih lambat membelanjakan anggaran, kemungkinan besar pergerakan ekonomi di Riau masih melambat. Seiring dengan itu dunia usaha di Riau juga  diminta selalu melakukan promosi untuk meningkatkan penjualan. Tak ada pilihan lain. Konsumsi harus dinaikan. Agra daya beli masyarakat stabil.

Penguatan rupiah yang terjadi beberapa hari belakangan ini memang menunjukan ada sentiment fositif, bahkan Indonesia mendominasi dibanding negara Asia lainnya. Hal ini disebabkan BUMN mengurangi transaksi dollar, dan sedikit muncul sentimen positif dari turunnya harga BBM solar. “Bicara krisis hanya dua, ancaman dan kesempatan.”

Pemerintah harusnya sadar, bahwa situasi politik yang tidak menentu, yang terjadi di Indonesia termasuk di Riau akan memberi pengaruh buruk bagi pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Pengusaha dan para investor cenderung menyakini bahwa situasi aman dan kondusif adalah peluang bagi mereka untuk melakukan investasi. Situasi politiklah yang membuat kondisi ekonomi negeri ini kacau balau, Situasi politik saat ini membuat pertumbuhan ekonomi semakin rusak.
 
Maka jangan salahkan jika investor ramai-ramai menarik uangnya. Meski demikian, mantan Meneger Marketing salah satu stasiun TV nasonal ini, tetap meyakini bahwa perekonomian Indonesia dan Riau akan membaik walaupun lambat. (Baca: Anang: Sebetulnya Kita Bukan Krisis Ekonomi, Tapi Krisis Politik)
 
Deputi Bank Indonesia Kantor Cabang Riau, Irwan Mulawarman, memprediksi, bahkan paket ekonomi jilid III yang digelontorkan Presiden Joko widodo, belum memberikan sentimen baik bagi pertumbuhan ekonomi Riau pada kwartal ke III ini. “Sebab ekonomi Riau pada kwartal ke III ini masih sangat dipengaruhi oleh bencana kabut asap yang melanda Riau,” katanya.

Irwan menyebutkan, pada periode Juli-Agutus pergerakan ekonomi di Riau masih bisa bertahan, dengan adanya momentum bulan ramadhan dan hari raya idul adha. Namun setelah itu, perekonomian menurun cukup laju karena bencana kabut asap melanda Riau sebulan terakhir.

Efeknya tidak tanggung-tanggung. Banyak sektor yang memberi andil besar dalam pungutan ekonomi, justru ikut tergerus dan menurun. Misalnya, hotel dengan okupansi rendah, produksi usaha menurun, maskapai penerbangan yang lumpuh, transportasi yang macet, kesehatan dan pendidikan yang terganggu. (Baca: Karena Asap, BI: Paket Ekonomi Jilid III Belum Pengaruhi Ekonomi Riau Kwartal III)
Namun demikian, potensi perbaikan pertumbuhan ekonomi Riau dikwartal ke III memungkinkan membaik masih berpotensi. Membaiknya ekonomi Riau ini seiring dengan meguatnya rupiah terhadap dollar yang hingga saat ini bertahan di kisaran Rp 13.000. “Mulai hari ini terlihat rupiah sudah mulai membaik,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, BI wilayah Riau berusaha membangun tingkat kepercayaan dan optimisme dunia usaha di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global, di lantai 3 Kantor BI Jalan Sudirman, Pekanbaru. (Baca: Temu Responden, BI Yakinkan Ekonomi Riau Berpotensi Membaik). Menguatnya rupiah terhadap dolar semakin didukung oleh keluarnya paket kebijakan ekonomi Jokowi jilid III yang salah satunya memberikan dorongan terhadap pertumbuhan kredit usaha rakyat. (melba)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Embung Kering, Bupati Inhil Janji Bantu PDAM Buat Sumur Bor

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.