• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

KAN Tanjung Bonai harus bertanggung jawab atas pelepasan tanah ulayat nagari

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 Oktober 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), TANAH DATAR – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Parit Pagar Nagari Tanjung Bonai (MP2NTB) Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar menuntut Lembaga Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tanjung Bonai harus bertanggung jawab atas pelepasan tanah ulayat nagari yang saat ini  dikuasai oleh PT. SNW, perusahaan pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH), di daerah setempat.

Koordinator dan pembina LSM MP2NTB, Amir Dian, kepada Bertuahpos kamis, (01/10/15) di Batusangkar,  mengungkapkan jika kesalahan fatal lembaga ninik mamak tersebut sudah sangat merugikan anak nagari Tanjung Bonai. Katanya, Lembaga KAN tidak hanya memberikan pelepasan tanah ulayat di Pamasihan namun juga sudah menjual tanah ulayat kepada pihak tertentu bahkan kepada anak nagari sendiri.

“Mereka tidak hanya melakukan pelepasan tanah ulayat untuk perusahaan PLTMH namun juga sudah melakukan pemungutan kepada anak nagari tentang proyek sertifikat Prona sebesar Rp 3000/m2 hingga Rp 5000/m2 tanpa ada kesepakatan dengan pemerintahan nagari Tanjung Bonai,” ujar Amir Dian.

Amir Dian juga menegaskan, jika penyalahgunaan wewenang oleh oknum – oknum KAN Tanjung Bonai ini sudah tidak boleh lagi ditolelir dan harus segera ditindak lanjuti sebagai pelanggaran hukum pidana.

“Dengan mengabaikan arti dari yang sebenarnya tentang aturan yang ada di Perda No 16 tahun 2008 tersebut, ninik mamak merasa seluruh tanah dan aset dinagari ini sudah hak mereka dan dapat diperjualbelikan tanpa kesepakatan dengan anak nagari dan ninik mamak yang lainnya,” ujar Amir Dian.

Amir Dian menjelaskan, jika pelepasan tanah ulayat nagari di jorong Pamasihan tersebut, oknum – oknum kerapatan adat sudah menerima uang sebesar Rp 55 juta dari perusahaan proyek PLTMH. Sementara itu, jelas Amir, pada proyek sertifikat prona oknum anggota KAN dan Ketuanya juga sudah menerima sejumlah uang dari pengurusan lebih kurang 176 buah sertifikat.

“Apa ini yang seharusnya dikatakan ninik mamak? Se enaknya saja melepaskan ulayat nagari demi kepentingan pribadi. Kegunaan uangnya pun mereka tidak pernah terbuka jika ditanyakan, kita akan laporkan ini sebagai kejahatan pidana,” tegas Amir Dian.

Sementara itu, salah seorang anggota BPRN Nagari Tanjung Bonai Lutfi ketika dikonfirmasikan Bertuahpos.com tidak mengetahui jika apa yang sudah menjadi keputusan lembaga KAN tanpa sepengetahuan dia.

“Entahlah kalau ketua atau anggota yang lain, saya sendiri tidak mengetahui jika hal itu pernah terjadi,” ungkap Lutfi.(sutandoy)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing
Lifestyle

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

...

Read moreDetails
Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Next Post

Menjelang Akhir Tahun Elpiji 3 Kilogram Dipastikan Aman

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.