BERUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Ratusan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Riau Melawan Asap melakukan shalat ashar berjamaah di depan pagar Kantor Gubernur Riau, Rabu (09/09/2015).
Â
Aksi itu mereka lakukan sebagai simbol bahwa tidak ada waktu untuk berdiam diri untuk melawan bencana kabut asap di Riau. Hingga saat ini, jumlah massa yang menutup jalan protokol semakin bertambah.
Â
Usai melakukan solat ashar berjamaah, masa kembali melanjutkan aksinya dengan meneriakkan tuntutan mereka, kemudian dilanjutkan oleh penampilan puisi dan teatrikal.
Â
Dalam rilisnya, masa gerakan masyarakat Riau melawan asap menuntut pemerintah, baik Provinsi Riau maupun Pemerintah Pusat untuk menyetop penguasaan lahan gambut di Riau. Diduga inilah yang menjadi pemicu maraknya kabut asap di Riau.
Â
“Cabut izin perusahaan yang terlibat pembakaran hutan dan lahan gambut di Riau,” katanya.
Â
Pemerintah dalam waktu segera harus melakukan audit, evaluasi dan revisi terhadap izin-izin pemanfaatan lahan oleh perusahaan. Pemerintah juga dituntut untuk memberikan kompensasi kesehatan kepada masyarakat Riau akibat mengirup udara tidak sehat.
Â
Pemerintah harus segera melakukan evakuasi rakyat Riau korban bencana asap yang telah menyentuh level bahaya. (Melba)









