BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Pasca musibah kebakaran hampir saja meratakan gedung Dinas Koperasi (Diskop), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan juga Gedung Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, kondisi gedung masih padam listrik, Selasa (18/8/2015).
Â
Pantauan bertuahpos.com, hanya pelayanan Dispenda yang mulai beraktivitas. Sedangkan Kantor Diskop dan Disperindag lumpuh sementara. Hampir semua pegawai silih berganti keluar ruangan, akibat gerah, dan nyaris tidak ada aktivitas pelayanan berlangsung.
Â
“Panas, apalagi cuaca panas, makanya kita keluar sebentar. Karena gerah di dalam,” kata Kabid Pengawasan dan Perlindungan Disperindag Pekanbaru, Eddy Fahmi kepada bertuahpos.com.
Â
Sedangkan pelayanan tidak bisa dilakukan, sebab sumber arus tidak ada. “Komputer mati semua. Sementara ini kita tunggu perbaikan dari teknisi,” katanya.
Â
Yetno, teknisi listrik yang sedang mengecek instalansi listrik menyebutkan listrik kembali normal jelang sore. “Sedang perbaikan, kita usahakan sebelum sore sudah bisa nyala. Tapi kalau stabilizer sudah tidak bisa digunakan,” katanya.
Â
Yetno menyarankan agar ada ruang khusus untuk penel induk instalasi sendiri. “Besar kemungkinan kejadian yang sama terulang, karena panas. Resiko besar, untung kejadian siang sempat kalau malam lebih bahaya,” katanya.
Â
Seperti yang diinformasikan, Kantor bersama Dispenda, Diskop, dan Disperindag Pekanbaru nyaris hangus terbakar. Namun berkat kesigapan dari staff yang ada di Dinas tersebut, dan juga tersedianya racun api, kebakaran tak sempat membesar dan langsung bisa dipadamkan.
Â
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Asap tersebut berasal dari panel listrik yang mengalami korsleting. “Untung tadi ada staff kita yang bisa dan ahli menggunakan racun api, makanya langsung bisa dipadamkan konslet yang terjadi,” jelas kata Kadisperindag Pekanbaru, Azwan.
Â
Sementara itu, Kepala BPMKB, Burhan Gurning yang datang ke lokasi mengatakan dirinya sangat mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan oleh staff yang ada di dinas tersebut. “Itu kenapa saya bilang pentingnya ada racun api di setiap kantor. Kalau saja tadi tak ada racun api, entah apa jadinya. Habis 6 tabung racun api tadi laporannya,” ujarnya.
Â
Burhan menjelaskan, pihaknya tadi mendapat laporan dan langsung meluncur kelapangan. “Kita sempat menurunkan satu mobil pemadam, tapi alhamdulillah ternyata api sudah bisa dipadamkan terlebih dahulu,” jelasnya.
Â
Lebih lanjut Ia menghimbau agar semua perkantoran menyediakan racun api sehingga jika ada hal-hal yang tidak diharapkan seperti yang terjadi kali ini bisa langsung diatasi. “Karena kan kalau menunggu kita datang, takutnya api akan semakin membesar dan sulit dipadamkan,” katanya. (Riki)









