Â
Â
Selain logo, dalam plang tersebut ditulis nama pemilik pangkalan, lokasi, agen yang menyuplai gas bersubsidi, serta Harga Eceran tertinggi (HET), Rp 16 ribu per tabung.
Â
Sebelumnya Kepala Bidang Perdagangan Disperindag, Mas Irba H Sulaiman menyebutkan hanya pangkalan legal yang boleh memasang plang tersebut. Jika ada pangkalan yang tidak memakainya bisa disimpulkan pangkalan tersebut ilegal.
Â
Irba juga mengatakan dengan adanya plang tersebut masyarakat bisa memantau pangkalan menjual gas secara adil. Tidak bisa menjual harga melebihi HET, karena sudah ada pemberitahuannya. “Kalau ada dijumpai menjual di atas HET laporkan ke kita, akan kita tindak,” sebutnya. (Riki)









