• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Rupiah Sudah Sangat Murah, Bagaimana Tahun 2014?

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 Januari 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA — Rupiah mencatat prestasi buruk sepanjang tahun 2013. Mata uang Garuda ini mengukir penurunan terbesar terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dibanding mata uang negara Asia lain.

Sepanjang tahun lalu, rupiah mencatat penurunan 25,75 persen. Angka tersebut jauh lebih buruk ketimbang yen Jepang yang sengaja dilemahkan oleh Bank of Japan. Yen melemah 21 persen.

Pengamat pasar uang, Farial Anwar, mengatakan, pergerakan rupiah akan sulit tahun ini. Terlebih lagi, pemerintah dan Bank Indonesia tidak terlihat berupaya serius untuk meredam kejatuhan rupiah. Pelemahan rupiah tidak hanya terkait faktor internal, tetapi juga eksternal, terutama dari potensi peningkatan nilai pemangkasan stimulus AS.

Terlebih lagi, tahun ini, Indonesia memasuki tahun politik berupa penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu). Tekanan terhadap rupiah juga akan makin besar, terutama karena investor sedang menanti pemimpin baru yang terpilih nanti.

Secara fundamental, tidak ada sentimen negatif seperti yang terjadi tahun lalu, antara lain kenaikan harga bahan bakar minyak, kenaikan suku bunga acuan, dan isu penghentian stimulus AS. Dia memprediksikan, rupiah maksimal di angka Rp 12.500. “Kalau lebih dari itu, berarti pemerintah dan BI gagal menjaga rupiah,” ujar Farial, kemarin.

Meski tekanan berkurang ketimbang tahun ini, potensi penguatan rupiah pun terbatas. Farial menambahkan perlunya alasan penguatan rupiah. Sementara itu, pasokan dollar AS terbatas. Terlebih lagi, investor asing juga masih menunggu hasil pemilu.

Lana Soelistyaningsih, pengamat ekonomi Universitas Indonesia, mengatakan, pemilu menjadi alasan bagi investor untuk menunda investasi di Indonesia. Secara teoretis dan melihat beberapa pendekatan, nilai rupiah saat ini seharusnya berada di Rp 10.500-Rp 11.000 per dollar AS. Di posisi kurs tengah BI sebesar Rp 12.189, rupiah sudah undervalue atau sangat murah. “Seharusnya rupiah bisa menjadi aset karena sudah murah dan banyak dollar AS yang masuk, tapi malah terus turun,” ujar Lana.

Tekanan rupiah masih akan kuat pada kuartal pertama ini karena dua alasan. Pertama, pasar menunggu data neraca transaksi berjalan 2013 pada Februari. “Kalau defisit transaksi berjalan kurang dari 3,5 persen produk domestik bruto, akan sedikit membantu rupiah,” imbuh dia.

Kedua, pengumuman gubernur Bank Sentral AS dan keputusan pertama kebijakannya pada bulan Maret akan menjadi perhatian pasar.

Pemilu pun mampu menekan rupiah karena masih belum jelasnya calon presiden yang akan memimpin Indonesia. “Oleh karenanya, investor masih wait and see sampai ada calon presiden yang jelas,” kata Lana.

Lana pun memprediksikan, rontoknya rupiah tahun lalu kemungkinan tidak terulang lagi. Kalau hasil pemilu tidak sesuai harapan pasar, pelemahan rupiah pun terbatas. “Sepanjang tahun ini, rupiah bisa antara Rp 11.500 dan Rp 12.800,” imbuh dia.

Albertus Christian, analis Monex Investindo Futures, mengatakan bahwa ketidakpastian mengenai calon presiden membuat para investor berlindung di dollar AS sehingga rupiah masih akan tertekan. Kecuali, jika ada perbaikan defisit neraca berjalan dan inflasi menurun, maka nilai tukar bisa stabil. “Defisit neraca berjalan dan inflasi yang menurun bisa mengimbangi tekanan terhadap rupiah,” ujar Albertus.

Adapun David Sumual, ekonom Bank Central Asia (BCA), mengatakan, pemilu tahun depan bisa memberikan harapan terhadap membaiknya ekonomi Indonesia di tengah perkiraan defisit neraca berjalan yang meningkat. Akan tetapi, akan ada harapan pada kuartal III, dengan terbentuknya pemerintahan baru hasil pemilu. Pengaruh-pengaruh pemerintahan baru nanti diharapkan akan lebih baik agar investasi di Indonesia bisa berjalan. (Febrina Ratna Iskana, Wahyu Tri Rahmawati)(kompas.com)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

4 Penyebab Bertambahnya Penduduk Miskin di Indonesia.

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.