• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, November 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

BI Riau Dorong Komoditi Kelapa sebagai Penggerak Ekonomi Baru

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
5 November 2026
BI Riau Dorong Komoditi Kelapa sebagai Penggerak Ekonomi Baru

Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, Dr. Panji Achmad | Foto: Dok. BI Riau.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau dorong komoditi kelapa sebagai penggerak ekonomi baru. Komoditi ini dianggap punya peluang besar untuk menopang pertumbuhan ekonomi Riau selain migas dan kelapa sawit.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, Dr. Panji Achmad, melalui The 3rd BEDELAU 2026 bertema “Potensi Hilirisasi Kelapa bagi Perekonomian Riau yang Makin Beragam” pada Rabu, 4 Oktober 2026, di kantor BI Riau Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

“Selama ini kita mengandalkan sawit, pulp and paper, serta migas. Saat ini migas mengalami penurunan (decline), sehingga kita mencoba mencari sumber ekonomi lain. Dari sanalah muncul gagasan bagaimana kita bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah melalui komoditas kelapa,” ujar Panji.

Laporan kajian bersama KPw BI Riau dan Departemen Agribisnis FEM IPB University mencatat pangsa migas terhadap PDRB Riau menyusut dari 24,6% pada 2015 menjadi 11,2% pada 2025. Penurunan itu memperkuat urgensi mencari basis ekonomi baru di daerah.

Riau memiliki modal besar sebagai produsen kelapa terbesar di Sumatera sekaligus nomor satu di Indonesia, dengan pusat produksi utama di Kabupaten Indragiri Hilir. Data kajian mencatat luas areal kelapa mencapai 440,08 ribu hektare dengan produksi 411,23 ribu ton atau sekitar 11,39% dari produksi kelapa nasional.

“Riau ini merupakan penghasil kelapa nomor satu di Sumatera, bahkan di Indonesia, yang berpusat di Indragiri Hilir. Ke depannya, kita bisa mengembangkan potensi kelapa ini secara optimal dengan syarat seluruh pihak bersinergi, berkontribusi aktif, dan menyusun perencanaan yang matang,” tambah Panji.

Lebih dari 93% lahan kelapa merupakan perkebunan rakyat. Kebun rakyat itu menopang kehidupan 162.864 kepala keluarga pekebun dan menyerap lebih dari 170 ribu tenaga kerja.

Melalui penguatan hilirisasi, kelapa tidak lagi hanya dijual dalam bentuk kelapa bulat atau kopra bernilai rendah. Komoditas itu diarahkan menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti Virgin Coconut Oil, santan industri, nata de coco, tepung kelapa, serat sabut, media tanam, hingga arang aktif dari tempurung.

Komoditas kelapa sebagai penggerak ekonomi Riau menghadapi ujian kesejahteraan petani, khususnya ketimpangan harga jual dan masa panen dibandingkan kelapa sawit.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Riau, Helmi D, menilai ketimpangan harga dikhawatirkan memicu petani menebang pohon kelapa dan beralih menanam sawit.

“Kita harus memastikan pengembangan kelapa ini terus dipertahankan. Jangan sampai suatu saat petani berubah haluan menebang kelapa untuk diganti dengan sawit, terlebih ketika hari ini harga kelapa berada di bawah harga sawit,” tegasnya.

Helmi memaparkan perbandingan langsung dari pengalamannya di lapangan. Kelapa sawit dapat dipanen dua kali dalam sebulan, sedangkan kelapa baru bisa dipanen tiga bulan sekali.

Ketimpangan juga terlihat pada harga jual. Harga kelapa di tingkat petani saat ini berkisar Rp2.300 per butir atau kilogram, tertinggal jauh dibandingkan harga tandan buah segar kelapa sawit yang mencapai kisaran Rp3.200 per kilogram.

“Sepuluh hari lalu saya panen kelapa, dari 5.400 butir yang didapat, harganya hanya Rp2.300. Sementara sawit harganya mencapai Rp3.200 dengan masa panen sebulan dua kali. Komparasi harga dan masa tunggu panen ini tentu sangat menyulitkan bagi petani kelapa,” ungkap Helmi.

Meski demikian, Helmi menyambut baik hasil kajian penguatan sistem agribisnis kelapa yang disusun KPw BI Riau bersama Departemen Agribisnis FEM IPB University. Ia berharap riset itu menjadi pijakan nyata bagi pemerintah kabupaten dan kota penghasil kelapa dalam menjaga keberlanjutan kebun rakyat.

“Semoga kajian ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) dan menjadi pijakan bagi kabupaten/kota penghasil kelapa,” katanya.

Data kajian mencatat luas areal kelapa Riau mencapai 440,08 ribu hektare dengan produksi 411,23 ribu ton atau sekitar 11,39% produksi nasional. Lebih dari 93% lahan merupakan perkebunan rakyat yang menopang 162.864 kepala keluarga pekebun dan menyerap lebih dari 170 ribu tenaga kerja.

“Dalam dua bulan ke depan, saya akan lebih giat dan fokus mendalami persoalan pertanian kelapa ini agar petani kita mendapatkan solusi yang nyata,” pungkasnya.*

Tags: BEDELAU 2026Berita Indragiri Hilirharga kelapaHelmi Dkelapa sawitkelapa sebagai penggerak ekonomikesejahteraan petaniPanji Achmadperkebunan rakyatSetdaprov Riautata niaga kelapatbs
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Faktor Penyebab Mengapa Kelapa Inhil Sulit Berkembang, Ini Kata Peneliti IPB
Ekonomi

Faktor Penyebab Mengapa Kelapa Inhil Sulit Berkembang, Ini Kata Peneliti IPB

...

Read moreDetails
Petani Sawit Tuntut Reforma Agraria, Perlindungan Lahan, dan Hilirisasi

Petani Sawit Tuntut Reforma Agraria, Perlindungan Lahan, dan Hilirisasi

Harga TBS Swadaya di Riau Naik, Harga Tertingginya Segini. Harga CPO

Harga TBS Kelapa Sawit Plasma di Riau Juga Turun, Cek Selengkapnya di Sini

Ekspor Nonmigas Riau Tumbuh 8,14 Persen. Harga TBS Sawit Riau

Harga TBS Sawit Riau Turun, Umur 9 Tahun Jadi Rp3.912,24 per Kg

Kebun Kelapa Terbakar di Indragiri Hilir, Api Menjalar di Lahan Gambut

Kebun Kelapa Terbakar di Indragiri Hilir, Api Menjalar di Lahan Gambut

Update Info Prakiraan Cuaca dan Hotspot di Riau 12 September 2026

Update Info Prakiraan Cuaca dan Hotspot di Riau 12 September 2026

Next Post
FITRA Riau: Kerugian Karhutla Harus Ditanggung Pelaku, Bukan Pakai Uang Rakyat Lewat APBD

FITRA Riau: Kerugian Karhutla Harus Ditanggung Pelaku, Bukan Pakai Uang Rakyat Lewat APBD

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.