BERTUAHPOS.COM — Aldila Sutjiadi gagal melanjutkan kiprahnya ke semifinal sektor ganda putri Ningbo Open 2026 setelah dia bersama Erin Routliffe kalah dari pasangan Ulrikke Eikeri dan Quinn Gleason di Ningbo, China, Jumat.
Dalam duet Indonesia-Selandia Baru itu takluk dalam 2 set langsung, 3-6 dan 4-6, pada turnamen kategori WTA 500 tersebut.
Hasil pertandingan memperlihatkan bahwa efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi salah satu faktor pembeda.
Berdasarkan statistik pertandingan yang dirilis WTA, Eikeri dan Gleason mengumpulkan 54% dari total poin, sedangkan Aldila dan Routliffe hanya memperoleh 46%.
Pertandingan berlangsung selama 1 jam 27 menit. Meski skor akhir menunjukkan kekalahan 2 set langsung, Aldila dan Routliffe sempat memberikan perlawanan dalam kedua set sebelum lawan mengamankan kemenangan.
Pada set pertama, kedua pasangan bermain seimbang hingga kedudukan 3-3. Namun, Eikeri dan Gleason kemudian merebut tiga gim secara beruntun untuk menutup set pembuka dengan skor 6-3.
Memasuki set kedua, Aldila dan Routliffe kembali berusaha menjaga persaingan. Kedua pasangan saling mengejar angka hingga skor mencapai 4-4, sehingga peluang untuk membawa pertandingan ke gim-gim berikutnya masih terbuka.
Momentum kembali berubah ketika Eikeri dan Gleason memenangi dua gim terakhir. Kemenangan 6-4 pada set kedua memastikan mereka melaju ke semifinal, sementara perjalanan Aldila dan Routliffe di sektor ganda putri Ningbo Open berakhir di perempat final.
Statistik kesalahan sendiri juga memperlihatkan perbedaan konsistensi kedua pasangan. Aldila dan Routliffe mencatatkan 27 kesalahan sendiri, hampir dua kali lipat dari 15 kesalahan yang dilakukan Eikeri dan Gleason.
Aldila dan Routliffe sebenarnya mampu menghasilkan dua ace selama pertandingan. Namun, catatan tersebut belum cukup untuk menutup selisih dalam total poin maupun jumlah kesalahan sendiri, terutama ketika pertandingan memasuki fase penentuan pada setiap set.
Bagi Aldila, hasil di Ningbo menjadi bagian dari perjalanan kariernya di level tertinggi tenis ganda. Petenis kelahiran 2 Mei 1995 itu pernah mencapai peringkat 16 dunia pada nomor ganda, sedangkan pada Oktober 2023 ia tercatat menempati peringkat 26 dunia ganda, yang disebut sebagai posisi tertinggi dalam catatan kariernya pada periode tersebut.
Aldila juga memiliki rekam jejak di berbagai turnamen besar. Pada 2023, ia mencapai semifinal French Open dan Wimbledon di nomor ganda campuran bersama petenis Belanda Matwé Middelkoop.
Setahun kemudian, ia menjadi petenis Indonesia pertama dalam 31 tahun yang mencapai semifinal US Open, mengikuti jejak Yayuk Basuki pada 1993.
Di level turnamen WTA, Aldila meraih gelar ganda pertamanya bersama Astra Sharma di Copa Colsanitas 2022.
Mereka mengalahkan Tara Moore dan Emina Bektas di final dengan skor 4-6, 6-4, 11-9, sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk kembali meraih gelar ganda di sirkuit utama WTA sejak Angelique Widjaja pada 2003.
Aldila juga meraih medali emas ganda campuran Asian Games 2018 bersama Christopher Rungkat. Pada 2026, ia mencatatkan gelar WTA 500 pertamanya di Bad Homburg Open bersama Vera Zvonareva.
Sementara itu, di Ningbo Open 2026, pertandingan yang berakhir dengan skor 3-6, 4-6 memastikan Aldila dan Routliffe tidak melanjutkan langkah ke semifinal.*



