BERTUAHPOS.COM — Samsung mulai bergulirkan pembaruan stabil One UI 8.5 secara global sejak 6 Mei 2026. Namun, sejumlah laporan mengindikasikan bahwa beberapa Samsung Galaxy yang diluncurkan sebelum tahun 2023 kemungkinan besar tidak akan kebagian pembaruan One UI 8.5.
Model-model populer seperti Samsung Galaxy S22, Galaxy Z Fold 4, dan Galaxy Z Flip 4 disebut masuk dalam daftar perangkat yang terancam ditinggalkan dari pembaruan ini.
Melalui laman resminya, Samsung telah mengkonfirmasi bahwa tiga generasi terakhir ponsel seri Galaxy A akan menerima One UI 8.5. Perangkat ini tidak akan mendapatkan rangkaian lengkap Galaxy AI. Sebagai gantinya, mereka menerima serangkaian fitur AI yang lebih kecil di bawah label “Awesome Intelligence”.
Perangkat dalam grup ini termasuk Galaxy A56, A55, A54, A36, A35, dan A34, serta versi Galaxy M dan F yang setara. Samsung telah menambahkan Galaxy A36 5G, Galaxy A37, dan Galaxy A57 ke program One UI 8.5. Perangkat seri A yang lebih lama yang dirilis sebelum tahun 2023 kemungkinan besar tidak akan menerima pembaruan tersebut.
Meski lini Samsung Galaxy S22 series dan perangkat premium keluaran 2022 dipastikan mendapat One UI 8 berbasis Android 16, indikasi kuat kehadiran One UI 8.5 belum terlihat.
Dikutip dari Sammobile, Selasa, 2 Juni 2026, versi uji coba One UI 8.5 terakhir untuk Galaxy S22 versi Eropa terdeteksi pada minggu pertama April 2026, dan setelah itu Samsung hanya menyiapkan pembaruan keamanan reguler.
Proses pengembangan One UI 8.5 untuk perangkat lama tersebut diduga kuat telah dihentikan sejak awal April 2026.
Pengumuman resmi Samsung Jerman semakin memperkuat indikasi ini, dengan menyebutkan bahwa pembaruan One UI 8.5 hanya tersedia untuk flagship mulai seri Samsung Galaxy S23 ke atas serta tiga generasi terbaru Galaxy A Series.
Berbeda dari pembaruan One UI sebelumnya, One UI 8.5 dirancang menggunakan basis Android 16 QPR2 yang membawa banyak pembaruan pada level sistem, termasuk API baru, fitur platform terkini, dan perangkat pengembangan yang lebih modern.
Landasan teknis ini berbeda dari Android 16 versi awal yang menjadi fondasi One UI 8.0, sehingga One UI 8.5 tidak lagi sekadar pembaruan fitur biasa melainkan menyerupai platform Android generasi baru yang membutuhkan adaptasi lebih rumit.
Situasi ini memaksa Samsung membagi fokus sumber daya pengembangan agar perangkat lama dapat berjalan stabil, di tengah komitmen dukungan tujuh tahun untuk model-model Samsung Galaxy flagship terbaru.
Kebijakan ini sebenarnya tidak berarti Samsung melanggar janjinya, karena untuk model seperti Galaxy S22, Z Fold 4, Z Flip 4, dan Galaxy A53, Samsung telah melunasi komitmen empat generasi pembaruan sistem operasi utama melalui Android 16 lewat One UI 8.0.
Pembaruan di tengah siklus seperti One UI 8.5 selama ini berstatus sebagai bonus tambahan dan bukan bagian dari jaminan resmi perusahaan.
Pengguna Samsung Galaxy bisa memperkirakan peluang perangkat mereka secara mandiri dengan patokan sederhana: jika smartphone atau tablet masih masuk syarat untuk mendapat Android 17 di masa depan, kemungkinan besar One UI 8.5 tetap akan hadir.
Sebaliknya, jika Android 16 menjadi pembaruan sistem operasi utama terakhir yang dijanjikan untuk sebuah perangkat Samsung Galaxy, maka peluang mendapatkan One UI 8.5 menjadi sangat kecil.
Kondisi ini menjadi pengingat bagi konsumen untuk mempertimbangkan siklus dukungan perangkat lunak sebelum memutuskan membeli ponsel baru ke depannya.









