BERTUAHPOS.COM — Honda ‘Brio Listrik’ atau yang dikenal dengan nama resmi Honda EV Super One kini sudah bisa dipesan di Indonesia.
Informasi pemesanan ini pertama kali tersebar melalui unggahan akun yang diduga tenaga penjual Honda, dengan booking fee yang ditetapkan sekitar Rp10 juta, sebagaimana dikutip dari DetikOto, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, pihak Honda secara resmi belum membuka pemesanan untuk Super One di Tanah Air.
Namun di lapangan, sejumlah tenaga penjual Honda sudah aktif menerima pemesanan dari calon konsumen yang antusias.
“Belum, kami belum membuka pemesanan untuk Honda Super One,” ujar Billy saat dikonfirmasi secara terpisah.
Di sisi lain, tenaga penjual Honda yang dikonfirmasi langsung menyatakan pengiriman unit Honda Brio Listrik kepada konsumen diperkirakan berlangsung mulai akhir Juni hingga Juli 2026.
“Kemungkinan estimasi pengiriman pertengahan tahun. Diperkirakan 27 Juni sampai 11 Juli 2026,” ujar tenaga penjual tersebut.
Soal harga, tenaga penjual yang sama mengungkapkan Honda Brio Listrik diperkirakan dipasarkan di kisaran Rp300 jutaan.
“Rp3XX jutaan ini kebetulan untuk model EV pertama Honda,” katanya, seraya menambahkan bahwa untuk saat ini Honda baru menawarkan satu tipe varian.
“Betul, baru satu tipe untuk saat ini,” jelasnya saat ditanya soal pilihan varian yang tersedia.
Kemunculan Honda ‘Brio Listrik’ di pasar Indonesia sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak lama.
Mobil mungil bertenaga listrik ini bahkan sudah beberapa kali tertangkap kamera sedang menjalani pengujian di jalan raya Indonesia sebelum peluncuran resminya.
Billy pun sempat mengonfirmasi hal tersebut dan memberikan sinyal kuat soal rencana Honda di Indonesia.
“Iya, sudah pernah uji jalan di sini. Kalau sudah diuji di sini, berarti tentunya akan ada rencana konkret untuk mobil itu di sini,” kata Billy beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, simulasi perhitungan harga Honda ‘Brio Listrik’ pernah dilakukan dengan mengacu pada nilai jual kendaraan sekitar Rp257 juta yang kemudian ditambah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), PPN, serta biaya administrasi penerbitan dokumen kendaraan.
Dari simulasi tersebut, total harga yang muncul mencapai sekitar Rp322,3 juta, angka yang sejalan dengan bocoran para tenaga penjual di lapangan.
Meski begitu, harga resmi Honda ‘Brio Listrik’ tetap bergantung pada strategi Honda Indonesia, termasuk kemungkinan adanya insentif atau penyesuaian biaya lainnya.
Jika benar dipasarkan di kisaran harga tersebut, Honda EV Super One akan terjun langsung ke segmen mobil listrik kompak yang kian ramai dan berhadapan dengan sejumlah kompetitor yang sudah lebih dulu menyasar konsumen perkotaan yang mendambakan kendaraan listrik terjangkau.









