BERTUAHPOS — Industri sepeda motor nasional diklaim memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia, mulai dari sektor manufaktur, rantai pasok, distribusi, hingga layanan pendukung. Ekosistem industri roda dua bahkan melibatkan ratusan ribu pekerja yang tersebar di berbagai lini usaha.
Sektor ini tidak hanya menggerakkan industri otomotif, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi tenaga kerja di perusahaan pemasok, jaringan dealer, lembaga pembiayaan, logistik, hingga asuransi.
Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam ekosistem industri sepeda motor juga diklaim jauh lebih besar dibandingkan tenaga kerja langsung di perusahaan. Hal ini menunjukkan besarnya efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional.
Menurut Wakil Presiden Direktur Eksekutif AHM Thomas Wijaya, total tenaga kerja yang terlibat dalam ekosistem industri yang terhubung dengan AHM mencapai sekitar 600 ribu hingga 700 ribu orang.
“Di AHM sendiri kami memiliki sekitar 25 ribu karyawan. Namun jika dihitung dengan seluruh rantai pasok dan jaringan yang terlibat, jumlahnya bisa mencapai 600 sampai 700 ribu orang,” ujarnya.
Dia menyebut, perusahaan bekerja sama dengan lebih dari 220 perusahaan tier 1, serta sekitar 1.000 perusahaan tier 2 dan tier 3 dalam penyediaan komponen. Keterlibatan ribuan perusahaan ini memperluas peluang kerja di sektor industri pendukung otomotif nasional.
Menurutnya, industri komponen dan pemasok menjadi tulang punggung yang memperkuat struktur manufaktur dalam negeri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Aktivitas produksi dan distribusi motor turut menciptakan lapangan kerja di berbagai wilayah.
Selain menyerap tenaga kerja, industri roda dua juga berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan produktivitas ekonomi, terutama di sektor informal dan usaha kecil. Kendaraan roda dua masih menjadi moda transportasi utama yang menunjang aktivitas harian masyarakat.
Dari sisi pasar global, AHM juga mencatat kontribusi ekspor yang signifikan dengan pengiriman kendaraan utuh (CBU) ratusan ribu unit serta hampir satu juta unit dalam bentuk completely knocked down (CKD) pada tahun lalu. Kinerja ekspor tersebut ikut memperluas dampak ekonomi dan kesempatan kerja di sektor manufaktur.
Thomas menambahkan, besarnya ekosistem industri sepeda motor tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada jutaan anggota keluarga yang menggantungkan penghasilan dari sektor ini.***
– Antara News –









