BERTUAHPOS.COM, ROKAN HILIR – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mempercepat pelaksanaan 361 paket proyek infrastruktur pada tahun anggaran 2025. Hingga saat ini, ratusan kegiatan pembangunan telah memasuki tahap kontrak dan mulai dikerjakan di berbagai kecamatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Rokan Hilir, Khoirul Fahmi, menyebutkan bahwa hingga September, sebanyak 181 kegiatan telah berkontrak, terdiri dari 23 paket tender dan 158 paket penunjukan langsung. Progres fisik rata-rata proyek mencapai 15 persen dan ditargetkan rampung pada akhir tahun.
“Sejumlah kegiatan bahkan sudah mencapai progres 30 hingga 40 persen,” kata Fahmi saat menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur di Bagansiapiapi.
Dari total 361 paket kegiatan yang direncanakan, Fahmi menjelaskan bahwa 23 paket berbasis tender telah memasuki tahap kontraktual dan mulai dilaksanakan. Sementara itu, kegiatan berskala kecil melalui mekanisme non-tender telah terealisasi sebanyak 128 paket.
Menurutnya, secara keseluruhan terdapat 158 paket kegiatan melalui mekanisme penunjukan langsung, ditambah 23 paket tender, yang saat ini berjalan di berbagai wilayah Kabupaten Rokan Hilir. Seluruh proyek tersebut mencakup pembangunan infrastruktur jalan serta sejumlah bangunan strategis.
Selain itu, Fahmi menyampaikan bahwa kegiatan pembangunan yang menggunakan pola swakelola telah menyerap seluruh alokasi anggaran dan pelaksanaannya berjalan sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
Ia mengakui adanya keterlambatan pelaksanaan pada awal tahun akibat transisi kepemimpinan dan penyesuaian perencanaan. Namun demikian, Fahmi optimistis seluruh kegiatan akan terkontrak pada awal Oktober dan dapat diselesaikan sesuai target.
“Fokus utama pembangunan tahun ini adalah infrastruktur jalan. Sekitar 15 paket dilaksanakan melalui proses lelang, sedangkan sisanya merupakan kegiatan cipta karya. Seluruhnya merupakan program prioritas daerah,” ujarnya.
Terkait pendanaan, Fahmi menegaskan bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) sektor infrastruktur tidak dialokasikan oleh pemerintah pusat pada tahun 2025 untuk seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, termasuk Rokan Hilir. Alokasi DAK saat ini hanya difokuskan pada sektor pendidikan dan kesehatan.
“Kami berharap pada tahun berikutnya DAK infrastruktur dapat kembali dialokasikan, karena sangat penting untuk mendukung percepatan pembangunan daerah,” pungkasnya. (ADV)









