BERTUAHPOS — Aktivitas truk kelebihan muatan alias ODOL dan plat non BM sebagai kendaraan operasional perusahaan hingga kini masih menjadi sorotan Pemprov Riau.
Hal ini disampaikan Gubernur Riau, Abdul Wahid, saat Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, berkunjung ke Pekanbaru, pada Senin, 28 Juli 2025.
Dia menuding kendaraan itu lah yang membuat kondisi infrastruktur jalan di Riau semakin rusak.
Padahal, jalan-jalan tersebut telah dibangun menggunakan material yang telah teruji secara ilmiah.
Tapi karena beban kendaraan berlebih, jalan yang baru dibangun bisa rusak hanya dalam beberapa bulan,” ungkapnya.
Selain itu, Wahid juga menuding bahwa banyak kendaraan perusahaan yang beroperasi di Riau kendaraan dari luar daerah atau non BM.
Kondisi ini diperburuk dengan tidak tertibnya pengangkutan, terutama oleh kendaraan ODOL.
Sejak beberapa bulan lalu, Wahid mengklaim bahwa dia sudah memanggil perusahaan dan meminta agar kendaraan operasional yang digunakan menggunakan plat BM.
Mereka diberi waktu tiga bulan untuk penyesuaian. Namun, hingga kini belum jelas apa perkembangannya.
“Semua perusahaan yang memiliki kontraktor, wajib kontraktornya memakai kendaraan BM. Kalau tidak diindahkan dalam waktu tiga bulan, maka sarannya, kita akan portal jalan itu. Jadi kendaraan non-BM tidak boleh lewat,” ujarnya.
Saat itu, Abdul Wahid menegaskan bahwa upaya itu dilakukan sebagai bentuk penguatan sektor swasta agar bisa memaksimalkan kontribusinya terhadap ekonomi lokal.
Dia menyebut sosialisasi sudah disampaikan ke seluruh perusahaan dan diberi tenggat waktu dalam penerapannya secara menyeluruh.***









