• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pernyataan M Nasir di Debat Pilgub Riau Soal Alih Fungsi Hutan Jadi Perkebunan Tuai Kontroversi

Indri Maharani Zaneta by Indri Maharani Zaneta
18 November 2024
Pernyataan M Nasir di Debat Pilgub Riau Soal Alih Fungsi Hutan Jadi Perkebunan Tuai Kontroversi
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Pernyataan Calon Gubernur Riau nomor urut 02, M Nasir, saat Debat Publik Kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau pada Minggu 17 November 2024 malam, menuai kontroversi.

Ketika ditanya tentang strategi ekonomi hijau dan ekonomi biru, Nasir menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah mengentaskan kemiskinan di Riau, bukan sekadar berfokus pada isu lingkungan.

Nasir bersama wakilnya, HM Wardan, mengungkapkan bahwa salah satu langkah untuk mengatasi kemiskinan adalah dengan mengalihfungsikan kawasan hutan menjadi perkebunan masyarakat.

“Hari ini kawasan-kawasan hijau masih menjadi kawasan hutan. Begitu kami jadi gubernur, kami lapor ke Pak Prabowo, kami minta seluruh kawasan ini dibangun menjadi kawasan perkebunan masyarakat, yang akan kami berikan kepada masyarakat untuk menghilangkan kemiskinan di Riau. Itu yang paling penting,” ujar Nasir dalam debat.

Lebih lanjut, Nasir menegaskan bahwa kebijakan yang akan diambilnya tidak akan terikat oleh tekanan dari luar terkait pelestarian lingkungan, dengan alasan bahwa kesejahteraan masyarakat Riau menjadi prioritas utama.

“Kita ingin masyarakat kita dulu hidup sejahtera, makmur. Ini yang paling penting, bukan urusan luar yang kita urusin. Bagaimana membangun tata ruang Provinsi Riau ini dengan baik, menghubungkan 12 kabupaten untuk menumbuhkan ekonomi. Lautnya kita kelola, pasar pelelangannya kita siapkan, agar hasil tangkapan masyarakat punya nilai yang bagus,” paparnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Koordinator Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari), Okto Yugo Setiyo, menyebut pernyataan Nasir sebagai sesat dan menyesatkan. Menurutnya, kawasan hutan tidak perlu diubah menjadi non-hutan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Itu pernyataan sesat. Pertama, masalah hutan itu tujuannya adalah untuk mempertahankan keberadaannya. Kedua, masyarakat tidak harus mengubah hutan menjadi non-hutan untuk bisa mengaksesnya. Mereka tetap bisa memanfaatkan hutan melalui skema perhutanan sosial,” jelas Okto saat dihubungi oleh, Senin 18 November 2024.

Okto juga menekankan bahwa skema perhutanan sosial merupakan solusi yang sudah disiapkan oleh pemerintah pusat, di mana 1,2 juta hektare hutan di Riau dicadangkan untuk dikelola oleh masyarakat tanpa merusak lingkungan.

“Justru menarik jika Nasir atau calon gubernur lainnya menjemput gagasan tentang bagaimana masyarakat bisa mengelola hutan dengan skema perhutanan sosial. Dengan cara ini, masyarakat bisa meningkatkan ekonomi tanpa harus menghilangkan kawasan hutan,” tambahnya.

Okto menyoroti pernyataan Nasir yang menyebutkan Dumai sebagai salah satu wilayah yang akan dialihfungsikan menjadi perkebunan.

Ia mengingatkan bahwa kawasan tersebut merupakan habitat penting bagi satwa langka seperti harimau sumatera dan spesies endemik lainnya.

“Di Dumai itu ada Kawasan Hutan Senepis, yang merupakan habitat harimau sumatera dan satwa lainnya. Kawasan ini juga berbatasan dengan Giam Siak Kecil yang meliputi Siak, Bengkalis, dan Dumai. Habitat ini tidak hanya penting bagi satwa, tetapi juga sebagai paru-paru dunia yang perlu kita jaga. Mereka juga punya hak hidup,” tegas Okto.

 

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Indri Maharani Zaneta

Indri Maharani Zaneta


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya
Lifestyle

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Next Post
Jam Operasional  Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru Mesti Ditinjau Ulang

Jam Operasional Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru Mesti Ditinjau Ulang

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.