• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Waduh..,30 Juta Penduduk Dunia Masih Jadi Budak

Tim Redaksi by Tim Redaksi
17 Oktober 2013
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PERT – Laporan terbaru dari Global Slavery Index mengungkapkan sekitar 30 juta orang di seluruh dunia masih hidup di bawah tekanan dengan mengalami perbudakan modern. Data indeks tersebut dihimpun organisasi global dengan misi mengakhiri perbudakan modern, Walk Free Foundation (WFF) dari 162 negara.

WFF mendefinisikan perbudakan modern sebagai aktivitas melipatgandakan utang, perceraian paksa, penjualan atau eksploitasi anak, penjualan manusia dan penyiksaan terhadap buruh.

Dikutip dari Business Insider, Kamis (17/10/2013), perbudakan modern paling lazim terjadi di Mauritania, Afrika dengan jumlah 4% dari populasinya masih berstatus sebagai budak. Meski demikian, jumlah terbesar untuk aksi perbudakan terjadi di India.

Sementara itu, negara-negara dengan jumlah budak modern tertinggi dipegang Mauritania, Haiti, Pakistan, India, Nepal, Moldova, Benin, Pantai Gading, Gambia dan Gabon. Moldova merupakan satu-satunya negara Eropa yang masuk ke dalam deretan 10 besar negra dengan jumlah kasus perbudakan tertinggi.

Laporan tersebut juga menunjukkan, Mauritania merupakan negara dengan budaya perbudakan yang parah. Di sana orang-orang diperjualbelikan, disewa bahkan diberikan sebagai hadiah.

CEO WFF Nick Grono mengatakan, temuan ini sangat mengejutkan. “Di sana, bayi-bayi lahir untuk menjadi budak,” katanya.

Dari 162 negara yang diteliti WFF dalam kasus perbudakan, Rusia berada di posisi ke-49, China ke-84, Amerika Serikat ke-134, Perancis ke-139. Dalam daftar kali ini, Inggris yang berada di posisi 160 dianggap menjalankan paling minim dalam menjalankan praktik perbudakan modern.

Dari segi jumlah budak modern, India tercatat memimpin daftar teratas dengan jumlah 13,95 juta budak, China 2,95 juta budak, dan Pakistan menyumbang 2,1 juta budak. Laporan tersebut juga mengungkapkan, sekitar 72% budak modern berasal dari kawasan Asia.

WFF berharap laporan tahunan tersebut dapat membantu pemerintah negara di seluruh dunia untuk mengawasi dan mengatasi kejahatan tersembunyi tersebut. “Banyak pemerintah yang tak mau menggubris laporan kami,” ujar Grono.

Selama ini, WFF mengungkapkan negara yang ingin bekerjasama akan sangat terbuka dan ikut mencari cara mengatasi perbudakan yang masih terus terjadi hingga saat ini. “Banyak orang yang terkejut saat mengetahui perbudakan masih ada hingga kini,” ungkap Grono yang menjelaskan masih banyak masyarakat yang berpikir perdagangan budak telah berakhir sejak 1800-an.

Menurutnya, banyak orang yang masih dikontrol dengan kekerasan. Budak-budak tersebut dipaksa bekerja dan tenaganya dieksploitasi begitu saja. Semua pekerjaan dilakukannya tanpa gaji dan tidak memiliki kebesan untuk hidup.

Sekadar informasi, lembaga yang berdiri sejak Mei tahun lalu itu didirikan dermawan kaya bernama Andrew Forrest. Perusahaan milik CEO Fortescue Metals Group ini berbasis di Perth, Australia.(Sis/Shd/liputan6.com)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

10 Negara yang Hobi Memperbudak Pekerjanya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.