• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ingat! Jangan Pernah Pakai Masker Bekas, Lebih Baik Tak Pakai Masker

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
17 Desember 2020
Bahaya Masker Bekas

Masker. (Ilustrasi/Net)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Siapapun Anda, jangan pernah pakai masker bekas. Sebuah studi baru menemukan bahwa mengenakan masker bekas berisiko lebih berbahaya daripada tidak memakai masker sama sekali dalam hal menangkal Covid-19.

Begitu hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Physics of Fluids. Masker beda tiga lapis yang baru dinyatakan 65% efisien dalam menyaring partikel di udara, tetapi ketika telah digunakan angka itu turun menjadi 25%.

“Masker memperlambat aliran udara, membuat orang lebih rentan meghirup partikel dan masker yang kotor tidak dapat secara efektif menyaring tetesan terkecil,” begitu bunyi Penelitian yang dilakukan University of Massachusetts Lowell dan California Baptist University, seperti dikutip dari Bisnis.com.

“Wajar untuk berpikir bahwa memakai masker baru atau bekas selalu lebih baik daripada tidak sama sekali. Tapi hasil kami menunjukkan keyakinan ini hanya berlaku untuk partikel yang lebih besar dari 5 mikrometer, tidak untuk partikel halus yang lebih kecil dari 2,5 mikrometer,” kata peneliti seperti dikutip Fox News.

Para peneliti menggunakan model komputer dari seseorang yang mengenakan masker bedah tiga lapis untuk melacak bagaimana penutup wajah itu mempengaruhi aliran udara dan bagaimana partikel melewatinya.

Mereka menemukan bahwa memakai masker secara signifikan memperlambat aliran udara, mengurangi kemanjuran masker dan membuat seorang lebih rentan menghidup aerosol ke dalam hidung, tempat di mana virus SARS-CoV-2 suka bersembunyi.

“Dalam studi ini kami menemukan bahwa efektivitas pelindung dari masker untuk saluran napas hidung menurun pada laju aliran inhalasi yang lebih rendah,” catat studi tersebut.

Lipatan dari masker juga secara signifikan memengaruhi pola aliran udara dan kemanjurannya berubah dengan lebih banyak penggunaan. 

Tim peneliti berencana mempelajari lebih lanjut bagaimana bentuk masker bisa memengaruhi perlindungan terhadap Covid-19.

Para peneliti berharap otoritas kesehatan masyarakat memperkuat langkah-langkah pencegahan saat ini untuk mengurangi penularan Covid-19 seperti memilih masker yang lebih efektif, memakai masker dengan benar, dan menghindari penggunaan masker bedah secara berlebihan. (bpc2)

Tags: masker bekas. bahaya masker bekaspenelitian masker bekas
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

No Content Available
Next Post
Amien Rais mendatangi Polri, neraka jahanam

Ini Isi Lengkap Surat Amien Rais ke Polri Terkait Jaminan Penangguhan Penahanan HRS

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.