• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Belajar Kedermawanan dari Ustman bin Affan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
27 Oktober 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Dikenal sebagai salah satu sahabat terkaya, ternyata tak membuat Ustman bin Affan menjadi sombong. Bahkan, Ustman dikenal sebagai sahabat yang sangat dermawan.

Dalam suatu riwayat, Suatu ketika, Madinah dilanda kekeringan. Semua sumur mengering, kecuali 1 sumur yang bernama Ruumah. Sayangnya, Ruumah ternyata dimiliki oleh seorang Yahudi. Umat Islam harus mengantre dan membeli air kepada Yahudi ini setiap harinya, karena air merupakan kebutuhan dasar.

Penderitaan umat muslim sangat meresahkan Rasulullah SAW. Suatu hari, Rasulullah bersabda “”Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang sanggup dan bersedia menyumbangkan hartanya demi membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgaNya Allah SWT”.

Mendengar hal tersebut, Ustman Bin Affan segera mendatangi Yahudi pemilik sumur Ruumah tersebut. Ustman menawarkan untuk membeli sumur tersebut 20.000 Dirham (atau kisaran Rp1,4 miliar). Harga tersebut sangat tinggi dan sebenarnya tak sebanding dengan sumur tersebut.

Namun, Yahudi pemilik sumur menolak. Dia mengatakan bahwa sumur tersebut adalah sumber uangnya, dan tidak akan menjualnya. “Kalau begitu, bagaimana jika aku membeli sumur ini dengan kepemilikan berganti setiap hari. 1 hari milikku, dan keesokan harinya milikmu,” tawar Ustman lagi.

Mendengar hal tersebut, Yahudi setuju. Dia membayangkan mendapatkan 2 keuntungan, yaitu dari penjualan sumur kepada Ustman, dan keuntungan penjualan air pada keesokan harinya.

Setelah Yahudi itu setuju, Ustman segera meminta umat Islam mengambil air untuk keperluan 2 hari, karena keesokan harinya sumur tersebut tak lagi miliknya. Umat muslim pun terbantu, dan pada keesokan harinya, tak ada lagi yang membeli air kepada Yahudi tersebut.

Mengetahui tak ada lagi yang membeli air kepadanya, Yahudi itu mendatangi Ustman Bin Affan. Dia mengatakan agar Ustman bisa membayar 20.000 Dirham lagi, dan sumur itu menjadi miliknya sepenuhnya. Dengan demikian, secara penuh Ustman membeli sumur tersebut dengan harga 40.000 Dirham (Rp2,8 miliar).

Sepeninggal Umar bin Khattab, para sahabat dan kaum muslimin kemudian membaiat (sumpah setia) Ustman sebagai khalifah.

Ustman menaruh perhatian kepada pembacaan dan naskah-naskah Al-Quran. Saat itu, seiring perkembangan Islam, cara pembacaan Al-Quran semakin bervariasi, karena banyaknya bangsa-bangsa yang memeluk Islam. Salah satu sahabat, Huzaifah bin Yaman kemudian mengusulkan agar Ustman menyeragamkan pembacaan Al-Quran.

Pada tahun 25 Hijriah, Ustman membentuk panitia untuk menyalin Al-Quran dan menyeragamkan pembacaannya. Tim ini diketuai oleh Zaid bin Tsabit. 

Zaid bin Tsabit bekerja dengan penuh kehati-hatian, cermat, dan teliti dalam menyalin mushaf yang disimpan oleh Hafsah (salah satu isteri Rasulullah SAW). 

Akhirnya, tim ini berhasil mengumpulkan dan menyusun mushaf Al-Quran. Mushaf lain kemudian dimusnahkan. Mushaf yang disusun Zaid dibuatkan salinannya, untuk disebarkan ke berbagai wilayah Islam sebagai pedoman yang benar untuk masa-masa selanjutnya.

18 Dzulhijjah 35 Hijriah, sebagai puncak fitnah yang selalu datang padanya, Ustman terbunuh di rumahnya, setelah dimasuki orang yang berdemostrasi. Pembunuhnya diketahui bernama Hamron bin Sudan as-Syaqy. (bpc2)

Disadur dari buku Abdul Syukur al-Azizi “Sejarah Terlengkap Peradaban Islam”, Terbitan Noktah, 2017

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra
Edukasi

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

...

Read moreDetails
Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

Next Post

Bisa Menahan Liverpool, Spurs?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.