• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Budaya Konsumerisme di Kalangan Generasi Milenial

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 Oktober 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU –   Lima tahun terakhir, pertumbuhan industri kreatif telah menciptakan budaya berbelanja baru di pasaran. Para startup yang tidak memiliki banyak modal untuk menginvestasikan sebuah outlet untuk memamerkan produk mereka, memulai dengan tren e-commerce, pop-up market, dan penjualan invidual di media sosial di kota-kota besar Indonesia. Ini membuat segala sesuatu menjadi mudah di lakukan, seperti berbelanja.

Permintaan yang tercipta memacu kemajuan teknologi dengan makin bertumbuhnya berbagai macam aplikasi, terutama yang memungkinkan untuk berbelanja dengan mudah dan cepat.

Dilansir dari kabar24.bisnis.com Founder OMG Consulting, Yoris Sebastian, mengatakan, hal ini membuat tumbuh suburnya aplikasi mobile shopping, baik dalam bentuk market place seperti tokopedia, bukalapak, elevenia, maupun online retail shopping seperti Lazada dan Zalora. Hal ini juga bisa berdampak pada meningkatnya perekonomian karena terus tumbuhnya nilai transaksi belanja, budaya belanja secara online di kalangan generasi muda saat ini

Kemudahan-kemudahan yang didapat sekarang menimbulkan budaya konsumerisme. Budaya konsumerisme merupakan sebuah paham yang dijadikan sebagai gaya hidup yang menganggap barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, dan pemuasan diri sendiri. Budaya konsumerisme ini bisa dikatakan sebagai contoh gaya hidup yang tidak hemat.

Dampak dari budaya konsumerisme itu terlihat dari konsumtifnya generasi milenial. Generasi milenial merupakan sebutan untuk generasi yang lahir tahun 1980 – 2000-an. Generasi itu juga disebut Generasi Praktis, karena untuk mendapatkan informasi hanya dengan mengakses internet.

Generasi milenial saat ini lebih pragmatis dan ingin segala sesuatu yang serbainstan. Hal ini berbeda dengan perilaku generasi sebelumnya terkait keuangan yang lebih menghargai proses.

Dari data OJK, di Indonesia, rasio Marginal Prospensity to save (MPS) berada di bawah rasio Marginal Prosperity to consume (MPC) sejak tahun 2013. Hal ini menandakan bahwa sejak beberapa tahun terakhir, lebih banyak masyarakat menghabiskan pendapatan untuk kegiatan belanja dibandingkan untuk menabung.

Ini diperkuat oleh Survei Manulife Investor Sentiment Index pada 2015 yang lalu, mengungkapkan 53% responden menghabiskan 70% dari penghasilan mereka untuk berbelanja, dan 10% dari responden menghabiskan 90% dari penghasilannya untuk belanja.

Dari kacamata individu, lemahnya budaya menabung sejak dini akan mengurangi kesempatan generasi milenial untuk mengakumulasi kekayaannya, yang seharusnya dapat mereka nikmati ketika usia mereka sudah tidak lagi produktif dan tidak sanggup berkerja lagi.

Riset yang digelar lembaga independen Provetic tentang perilaku belanja konsumen juga menunjukkan para generasi milenial cenderung memiliki perilaku menabung untuk hal-hal yang bersifat konsumtif.

Dikutip dari kabar24.bisnis.com, CEO Provetic, Iwan Setyawan mengatakan bagi generasi millenial, menabung tidak hanya untuk tujuan finansial yang besar seperti membeli rumah, tetapi juga untuk pembelanjaan yang bersifat konsumtif, seperti beli tiket konser musik atau untuk keperluan wisata.

Dalam riset media sosial oleh lembaga independen Provetic, selama 1 Desember 2015-31 Januari 2016, ditemukan sebanyak 41% dari 7.809 perbincangan mengenai alasan utama menabung demi keperluan konsumtif tersebut. Temuan lainnya, 38% dari 7,757 responden masih menggunakan uang dari ibu atau orang tua mereka dalam melakukan metode pembayaran, selain penggunaan kartu debit yang populer.

Munculnya platform belanja online banyak menarik minat kaum milenial, khususnya remaja atau anak muda. Ia dapat diakses dengan mudah dan dengan berbagai alasan platfrom yang menyediakan transaksi online. Bahkan belanja online menjadi keharusan oleh mereka.

Berbelanja online mulai menjadi kebutuhan anak muda, bukan hanya sebagai alternatif harga atau model, tetapi karena mereka sudah menikmati pengalaman belanja secara online. (Mg8)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Sawit, di Balik Masalah Deforestasi Hingga Pupuk Beracun

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.