• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Mati Dalam Sepi: Kisah Sang Pemula Pers Bumiputra

Tim Redaksi by Tim Redaksi
19 Agustus 2019
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Selama puluhan tahun, nama Raden Mas Tirto Adhi Soerjo lenyap dari sejarah. Tak ada yang tahu dan mengenang nama tersebut.
 
Barulah pada tahun 1956, Pramoedya Anants Toer yang meneliti sejarah zaman permulaan nasionalisme Indonesia, Pram menemukan fakta tentang Tirto.
 
Menurut Pram, Tirto adalah pemula pers bumiputra. Tirto telah mulai mengkritisi bobroknya pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1900-an awal.
 
Melalui surat kabar miliknya, Medan Prijaji dan Soeloeh Keadilan, Tirto selalu membela ‘yang terperintah’ terhadap ‘yang memerintah’.
 
Akibat tulisannya, Tirto sempat diasingkan dua kali oleh pemerintah kolonial Belanda. Pertama, Tirto diasingkan ke Teluk Betung, Lampung pada tahun 1909, dan Pulau Bacan pada tahun 1912.
 
Setelah kembali ke Batavia, Tirto menanggung banyak tuduhan, dan mendapatkan diskriminasi. Lalu, dia dijadikan bak tahanan rumah di salah satu kamar Hotel Medan Prijaji jalan Kramat Raya, Batavia.
 
Tahun 1918, Tirto akhirnya meninggal dunia di kamar tahannya. Tirto meninggal sendirian dalam usia yang masih muda, 38 tahun.
 
7 Desember 1918, iringan kecil mengantarkan Tirto ke peristirahatan terakhirnya di Manggadua, Batavia. Namanya lantas lenyap.
 
Hingga akhirnya, berkat penelitian Pram, Tirto diangkat sebagai Bapak Pers Nasional, dan kemudian diberikan gelar Pahlawan Nasional. (bpc2)
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya
Lifestyle

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Next Post

Pasar Pusat Padang Panjang Terbaik I di Sumatera Barat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.