• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kisah Persaudaraan Sesama Muslim di Balik Seekor Unta

Tim Redaksi by Tim Redaksi
21 Juni 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Seorang pemuda soleh di zaman sahabat, tengah mengendarai unta dalam sebuah perjalanan panjang. Ketika waktu salat masuk dia singgah ke mesjid terdekat untuk melaksanakan ibadah. “Namun pemuda itu lupa menambatkan untanya,” ujar ustaz Mazdi saat menyampaikan khutbahnya, Jumat, 21 Juni di Mesjid Hidayah, Pekanbaru.

Saat pemuda itu melaksanakan ibadah solat, unta miliknya berkeliaran, kemudian masuk ke sebuah kebun kurma dimana kebun kurma ini baru saja ditanam. Unta itu memakan bibit-bibit kurma dikebun itu. Sang pemilik kebun yang mengetahuinya kemudian emosi dan membunuh unta itu dengan sebilah pisau. Unta itu kemudian mati bersimbah darah.

Saat pemuda soleh itu selesai salat dia kebingungan karena mendapati untanya sudah tidak ada. Dia kemudian mencari unta itu kesana kemari hingga bertemu dengan seseorang yang kebetulan melihat unta itu masuk ke dalam kebun kurma milik salah seorang warga. Pemuda soleh itu diberi tahu mengenai hal itu.

Dia kemudian menyusul untanya ke dalam kebun kurma dan ternyata benar. Untanya telah mati dengan bersimbah darah. Pemuda soleh itu kemudian juga tersulut emosi. Tak jauh dari lokasi itu seorang pria paruh baya, pemilik kebun itu terlihat tengah memegang pisau dan yang juga penuh dengan darah. “Saya yang membunuh unta ini karena dia telah memakan bibit kurma di kebun saya,” ungkapnya.

Pemuda soleh itu kemudian berkata, “Ini unta saya, yang saya pergunakan untuk bepergian. Sekarang saya tidak bisa melanjutkan perjalanan,” sebutnya. Karena juga tersulut emosi, pemuda itu kemudian melemparkan sebuah batu yang mengenai kepala pemilik kebun. Lalu pemilik kebun itu meninggal.

Pemuda soleh itu kemudian berjalan dan menjumpai khalifah. Dia berkata, “Wallahi, saya yang telah membunuh tukang kebun itu,” ungkapnya. Meski tak seorangpun yang tahu mengenai perbuatannya, pemuda soleh itu tetap bersaksi atas nama Allah bahwa dia yang telah membunuh tukang kebun itu. Maka khalifah memutuskan, “Maka engkau harus di qishos.”

“Saya bersedia diqishos. Namun bolehkah saya mengajukan permohonan? Beri saya waktu 3 hari karena di tangan saya masih ada harta anak yatim yang harus saya sampaikan,” ujarnya.

“Tidak bisa,” ungkap sang khalifah. “Engkau harus diqishos sekarang, kecuali ada orang lain yang bersedia menjaminkan dirinya untuk menggantikan engkau untuk di qishos jika engkau tak datang dalam waktu 3 hari.”

Pemuda soleh itu kemudian mendekati seorang pria berumur yang berada di sana dan mengutarakan maksudnya. “Maukah paman menjaminkan diri paman untuk ku?” ucapnya. “Pergilah, aku bersedia menjaminkan diriku untuk hukuman mu,” sahutnya.

Setelah kepergian pemuda soleh itu, hari pertama belum ada tanda-tanda kedatangannya. Hari kedua, hingga hari ketiga, kabar soal dia akan kembali untuk menjalani hukuman belum juga ada. Oleh karena kesepakatan yang sudah dijalin sebelumnya, maka seorang pria tadi harus dihukum atas pembunuhan seorang pemilik kebun kurma.

Saat prosesi hukuman akan dilangsungkan, dari kejauhan terlihat debu menyeruak di tengah padang pasir. Dia berteriak, “Tunggu. Jangan dilaksanakan hukuman itu. Saya sudah kembali,” teriaknya. Lalu hukuman qishos dilangsungkan kepadanya.

Lalu khalifah bertanya kepada pria berumur itu. “Apakah engkau saudara pemuda ini?”
“Bukan,” jawabnya.
“Apakah engkau kenal dengan ayah atau ibunya?”
“Tidak.”
“Lalu mengapa engkau mau menjaminkan diri atas hukumannya?” 
“Saya mencintai saudara saya sesama muslim,” jawabnya. (bpc3)

Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Begini Analisis Strategi Antisipasi "Macetnya" Transfer DBH Triwulan ke-IV

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.