Mukhlis, Beternak Merpati Hias Berawal Dari Hobi

Jumat, 20 Januari 2017 20:53
Mukhlis, Beternak Merpati Hias Berawal Dari Hobi
BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Bertempatkan di kandang berkuran 2x5 meter di samping rumahnya, setiap paginya Mukhlis memberikan pakan untuk merpati hiasnya. Hal ini sudah menjadi rutinitas pria yang tinggal di Jalan Ketitiran Perumahan Taman Bidadari Blok G No.14 ini sebagai peternak merpati hias. Seperti saat dikunjungi Bertuahpos.com, Jumat (20/1), pria yang sudah berkeluarga ini sedang asik memberi pakan merpati hias yang ia ternakkan.
 
Mukhlis sendiri memulai usahanya sebagai peternak merpati hias sudah sejak tahun 2013 silam. Semua berawal dari memiliki hobi memilihara burung merpati biasa atau yang biasa disebut merpati kampung, Mukhlis kini sudah memiliki 18 pasang indukan merpati hias dari berbagai jenis. Diantaranya Modena, American Fantail, Riverswing Pouter, Norwich Croper dan masih banyak lagi.
 
Diawal mulanya berternak merpati hias, Mukhlis yang juga bekerja sebagai layouter disalah satu media di Pekanbaru ini memulai berternak dengan menernakkan jenis merpati hias kipas. "Awalnya merpati hias yang diternakkan pertama kali ialah jenis merpati kipas, namun karena harga jualnya yang murah dibandingkan yang lain, makanya sekarang menernakkan jenis merpati yang lain dari merpati kipas," tuturnya.
 
Merintis usahanya dari bawah, kini Mukhlis sudah menghasilkan puluhan anakan merpati hias. Yang mana setiap anakan yang dihasilkan olehnya nantinya akan dijual. Untuk sistem penjualannya, Mukhlis menjualnya dengan sistem online dan jual langsung. Seperti menjualnya langsung kepada pedagang burung yang ada di Pekanbaru. Hingga kini, Mukhlis mampu menghasilkan penghasilan dari ratusan hingga jutaan rupiah. 
 
"Untuk pembeli online biasanya yang datang dari luar Pekanbaru, terutama dari daerah Padang," ujar Mukhlis.
 
Dalam berternak merpati hias, Mukhlis biasanya menghabiskan satu karung pakan makanan dalam sebulan. Untuk perawatan, Mukhlis menerangkan tidak terlalu banyak perbedaan dalam mengternakkan merpati hias dengan merpati biasa. Seperti untuk kandangannya, diharuskan untuk terkena sinar matahari langsung. Sementara untuk minunnya tidak dibolehkan hingga kosong.
 
"Untuk kebersihan kandangnya, biasanya saya pantau setiap harinya agar terhindar dari penyakit. Namun saya bersihkan setiap sekali pertiga hari," ujar Mukhlis.
 
Hampir 3 tahun fokus menernakkan merpati hias, Mukhlis berharap agar pemerintah mau menyentuhnya, dalam arti kata mau membantunya. Ini dikarenakan hingga kini baik Mukhlis maupun peternak merpati yang ada di Pekanbaru masih menggunakan dana pribadi dalam mengembangkan peternakan mereka. Sehingga hampir seluruh peternak yang ada sudah merasakan jatuh bangun dalam membangun peternakan mereka. Terlebih jika peternakan mereka terserang penyakit, yang mengakibatkan banyaknya merpati hias yang mereka ternakkan mati.
 
Penulis: Teguh Asrin
 
TRAVELLING

Berita Terkini

Gaya Cowok Masa Kini 'Tampil Keren Gak Pake Repot' di Unity Pitstop
Jumat, 18 Agustus 2017 17:20

Gaya Cowok Masa Kini 'Tampil Keren Gak Pake Repot' di Unity Pitstop

Meskipun terkesan cuek, bukan berarti cowok tidak bisa tampil gaya. Dengan ciri khas tampil keren tidak perlu repot, para cowok bisa menentukan gaya paling pas bagi mereka. 

Khatib Jumat Ahmad Hijazi: Berhentilah Berpecah-Belah
Jumat, 18 Agustus 2017 17:10

Khatib Jumat Ahmad Hijazi: Berhentilah Berpecah-Belah

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi menjadi khatib salat Jumat di Masjid Al-Hidayah Kantor Gubernur Riau. 

Polresta Pekanbaru Diminta Tidak Main-main Terhadap Kasus Pembakaran Mayat Wanita di Rumbai
Jumat, 18 Agustus 2017 17:00

Polresta Pekanbaru Diminta Tidak Main-main Terhadap Kasus Pembakaran Mayat Wanita di Rumbai

Kapolda Riau, Irjenpol Zulkarnain menegaskan agar Polresta Pekanbaru serius dan tidak main-main, dalam tangani kasus pembunuhan dan pembakaran mayat wanita di Rumbai.

Ke Kampus Pakai Sandal, Menteri Susi Tetap Disambut Gemuruh Tepuk Tangan
Jumat, 18 Agustus 2017 16:50

Ke Kampus Pakai Sandal, Menteri Susi Tetap Disambut Gemuruh Tepuk Tangan

"Maaf ya, saya pakai sandal. Soalnya kaki saya sakit." Itu lah kalimat yang muncul dari bibir Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat turun dari mobilnya di Kampus ITB, Jumat (18/8/2017).

PT RAPP Disebut Tak Bayar SPJ 37 Miliar, Mahasiswa Desak Polda Tangkap Rudi Fajar dan Sukanto
Jumat, 18 Agustus 2017 16:40

PT RAPP Disebut Tak Bayar SPJ 37 Miliar, Mahasiswa Desak Polda Tangkap Rudi Fajar dan Sukanto

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Lingkungan Provinsi Riau, Jumat (18/8/2017), melakukan aksi demonstrasi di Mapolda Riau. 

Jelang Idul Adha, Tak Ada Peningkatan Transaksi di Pegadaian
Jumat, 18 Agustus 2017 16:30

Jelang Idul Adha, Tak Ada Peningkatan Transaksi di Pegadaian

Jelang hari raya kurban aktivitas menggadaikan barang di Pegadaian tidak begitu tampak peningkatan.

Dompet Dhuafa Salurkan Hewan Kurban ke Talang Mamak dan Palestina
Jumat, 18 Agustus 2017 16:20

Dompet Dhuafa Salurkan Hewan Kurban ke Talang Mamak dan Palestina

Jumat (18/08/2017), Dompet Dhuafa Riau sudah mengumpulkan puluhan ekor hewan kurban. 

Berencana Kabur ke Sumbar, Polisi Masih Cari Tas Pelaku yang Bakar Mayat Kekasihnya Itu
Jumat, 18 Agustus 2017 16:10

Berencana Kabur ke Sumbar, Polisi Masih Cari Tas Pelaku yang Bakar Mayat Kekasihnya Itu

Kasus pembunuhan dan pembakaran mayat di Rumbai yang menimpa Ema Desrita (21) masih akan terus didalami oleh pihak kepolisian.

Bupati Suyatno Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Puskesmas Sinaboi
Jumat, 18 Agustus 2017 15:55

Bupati Suyatno Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Puskesmas Sinaboi

Bupati Rohil, Suyatno hadiri secara langsung peletekan batu pertama dalam pembangunan Puskesmas baru yang berada di Kecamatan Sinaboi. 

Dinas Peternakan Pekanbaru Prediksi Tahun Ini Kebutuhan Hewan Qurban Capai 9556 Ekor
Jumat, 18 Agustus 2017 15:45

Dinas Peternakan Pekanbaru Prediksi Tahun Ini Kebutuhan Hewan Qurban Capai 9556 Ekor

Jelang Hari Raya Idul Adha, atau Hari Raya Kurban, Dinas Peternakan Kota Pekanbaru, memprediksi kebutuhan hewan kurban di Kota Pekanbaru, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.