Lewat Buku dan Internet, Robi Hasilkan Banyak Alat Musik

Minggu, 25 Desember 2016 12:00
Lewat Buku dan Internet, Robi Hasilkan Banyak Alat Musik
BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Banyak cara yang dapat dilakukan untuk berkarya. Seperti yang dilakukan oleh Robithah Irawan yang kini telah banyak memproduksi alat musik.
 
Pria berperawakan kulit putih ini bercerita memulai usahanya membuat alat musik sejak tahun 2013. Beliau menjelaskan mempelajari cara membuat alat musik seperti gitar, gambus dan kajun hanya dari buku dan internet.
 
Berawal dari kecintaanya dengan gitar terutama gitar klasik, pria yang sering disapa Robi atau Irawan ini menjelaskan semuanya berawal dari kesulitan menemukan gitar klasik yang sesusai ekspektasi. 
 
"Saat masih kuliah di jurusan sendratasik UIR saya mencari gitar klasik ke toko-toko musik yang ada di Pekanbaru, namun saya tidak menemui yang sesusai ekspetasi saya. Kebanyakan gitar klasik yang dijual merupakan gitar klasik biasa yang tidak full kayu. Jikapun ada yang full kayu harganya pasti mahal, seperti gitar klasik yang berasal dari Spanyol yang harganya mencapai 20 jutaan rupiah yang tentunya tidak terjangkau oleh dompet mahasiswa," terang Robi.
 
Dari kesulitannya menemukan gitar klasik yang sesuai harapan, barulah Robi dikasih wawasan oleh salah satu dosennya saat itu untuk membuat sendiri gitar klasik dengan melihat youtube dan buku yang diberi langsung oleh dosennya.
 
Butuh setahun pembelajaran bagi pria yang kini sudah memiliki dua orang anak ini untuk benar-benar berhasil menciptakan gitar klasik berstandar internasional. Banyak kendala yang ditemui Robi selama setahun. Seperti, peralatan yang belum lengkap serta material yang susah dicari karena untuk menghasilkan gitar klasik yang bagus dibutuhkan material pilihan seperti material import. Barulah ditahun 2014 Robi benar-benar bisa menghasilkan gitar klasik berstandar nasional dan sudah mulai menjualnya.
 
Untuk proses pengerjaan Robi menjelaskan dibutuhkan 1 hingga 3 bulan untuk mengerjakan beberapa alat musik, terutama gitar klasik. Bertempatkan sebuah rumah tipe 36 Jalan Kubang Raya-Panam Perumahan Kualu Raya Permai, kini sudah banyak alat musik yang dihasilkan Robi. Bahkan ada beberapa alat musik yang dihasikan Robi yang pasarnya sudah menembus tingkat nasional. 
 
"Terakhir ada pesanan gitar klasik ke Medan. Untuk harga, gitar klasik berharga 3 hingga 10 juta keatas. Tentunya lebih murah setengah harga dari gitar klasik standar eropa yang bisa mencapai 20 juta rupiah, namun tentunya tidak kalah dengan gitar klasik standar internasionl," terang Robi.
 
Selain membuat alat musik yang sudah bersatndar internasional, Robi juga membuat beberapa ciri khas disetiap alat musik yang dibuatnya. Seperti menerapkan bentuk ornamen melayu pada setiap alat musik yang dibuatnya, seperti di gambus dan gitar klasik. Adapun ornamen yang sering diterapkan Robi adalah ornamen pucuk rebung dan lembah begayut.
 
"Jangan melupakan tanah kelahiran kita. Dengan menerapkan ornamen melayu pada alat musik kita, artinya kita turut melestarikan budaya kita sendiri," jelas Alumni Universitas Islam Riau ini.
 
Kedepannya, Robi berharap untuk terus tetap eksis dengan usahanya dan tidak terlalu mengharapkan bantuan yang ada tanpa bermaksud menolak jika ada yang memberi bantuan. "Sementara fokus dulu sendiri, jika ada bantuan dari pemerintah alhamdulillah, jika tidak saya masih bisa untuk terus berkarya," tambah Robi
 
Penulis: Teguh Asrin
TRAVELLING

Berita Terkini

Pria Paruh Baya Diamankan Polsek Tambang Pelaku Pencabulan Anak Gadis Dibawah Umur
Senin, 26 Juni 2017 21:29

Pria Paruh Baya Diamankan Polsek Tambang Pelaku Pencabulan Anak Gadis Dibawah Umur

Unit Reskrim Polsek Tambang Polres Kampar telah mengamankan seorang pria, sebagai tersangka pelaku pencabulan anak gadis dibawah umur

Istana Siak Membludak, Balai Kerapatan Sepi Pengunjung
Senin, 26 Juni 2017 21:25

Istana Siak Membludak, Balai Kerapatan Sepi Pengunjung

Museum Balai Kerapatan Tinggi, salah satu bangunan bersejarah di Siak Sri Indrapura. Selain memiliki Istana Asyerayah Al Hasyimiah, Balai Kerapatan yang kini menjadi salah satu tempat untuk berwisata

Asik, Besok Wisata Dakwah Okuta Sudah Buka Kembali
Senin, 26 Juni 2017 21:22

Asik, Besok Wisata Dakwah Okuta Sudah Buka Kembali

Setelah merayakan Idul Fitri, masyarakat Pekanbaru, Selasa (27/06/2017) besok sudah bisa kembali menikmati berbagai wahana di Wisata Dakwah Okura (WDO)

300 Orang Warga Simawant Asal Riau Pulang Basamo
Senin, 26 Juni 2017 21:06

300 Orang Warga Simawant Asal Riau Pulang Basamo

Sekitar 300 orang warga asal Nagari Simawang Rambatan Tanah Datar, Kota Pekanbaru serentak Pulang Mudik atau Pulang Basamo (Pulbas)

UN 2018, Tidak Hanya Soal Pilihan Ganda
Senin, 26 Juni 2017 21:00

UN 2018, Tidak Hanya Soal Pilihan Ganda

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana membuat soal UN lebih bervariasi di tahun 2018 nanti

Membongkar Asitektur Rumah Gadang
Senin, 26 Juni 2017 20:49

Membongkar Asitektur Rumah Gadang

Rumah Gadang. Rumah khas Suku Minangkabau itu sudah terkenal hingga seluruh dunia. Tidak sedikit turis asing terpesona dengan arsitektur Rumah Gadang

Makanan Di Siak Mahal, Masyarakat Pilih Bawa Bekal Dari Rumah
Senin, 26 Juni 2017 20:42

Makanan Di Siak Mahal, Masyarakat Pilih Bawa Bekal Dari Rumah

Liburan Hari raya idul Fitri banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul dan berlibur bersama keluarga dan teman-teman

Tepian Bandar Sungai Jantan Di Serbu Wisatawan
Senin, 26 Juni 2017 20:37

Tepian Bandar Sungai Jantan Di Serbu Wisatawan

Untuk mengisi liburan Hari raya idul Fitri tahun 1438 Hijriah Tepian bandar sungai jantan Siak Sri Indrapura di serbu wisatawan lokal

H+2 Mobil Kontainer RAPP Sudah Lalu Lalang
Senin, 26 Juni 2017 20:26

H+2 Mobil Kontainer RAPP Sudah Lalu Lalang

Jelang arus mudik lebaran Pemerintah Kabupaten Siak dari Dinas perhubungan melarang beroprasinya kendaraan pengangkut kayu log, batu bara

Kendaraan Menuju Bukittinggi Mulai Mengular
Senin, 26 Juni 2017 16:30

Kendaraan Menuju Bukittinggi Mulai Mengular

Jalan Nasional Sumbar-Riau penghubung Payakumbuh-Bukittinggi mulai dipadati kenderaan roda empat dan dua dari berbagai daerah di Sumbar menuju Bukittinggi.