Korupsi Rumah Sederhana Pelalawan, Terdakwa tak Akui Hitungan BPKP

Kamis, 10 Agustus 2017 19:03
Korupsi Rumah Sederhana Pelalawan, Terdakwa tak Akui Hitungan BPKP
Terdakwa Kolil memberikan keterangan
BERTUAHPOS.COM,(BPC) - Sidang perkara korupsi pembangunan rumah layak huni Kabupaten Pelalawan, Kamis (10/8/2017), kembali digelar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Pada persidangan ini terdakwa M Asri alias Kolil tidak mengakui hasil penghitungan BPKP terkait adanya kerugian negara sebesar Rp410 juta.
 
Sesuai jadwal sidang yang dipimpin Sulhanuddin SH, sidang dengan terdakwa Muhammad Asri Ivo alias Koli, selaku kontraktor pelaksana, Syahrimen ST alias Heri, Supervisi Engineer CV Karya Konsultan, Toni Kosromiko alias Toni, Direktur CV. Karya Konsultan T Said Ihsan, ST als Ihsan Bin T. Ilyas (PPK) dan Rizal Dairi Ali, A.Md als Reza Bin Ali Rahman Lakim (Ketua Tim Panitia Penerima Hasil Pekerjaan dan Project Officer) digelar dengan agenda pemeriksaan saksi mahkota dan pemeriksaan terdakwa.
 
Hakim anggota pasa saat tersebut mengajukan pertanyaan kepada terdakwa Kolil apakah dirinya bersedia mengembalikan kerugian negara, Kolil terlihat berat, karena menurutnya kerugian negara sebesar Rp410 juta seperti yang disebutkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau, sangat tidak masuk akal, karena untuk pembangunan rumah layak unit sebanyak Rp12 unit telah menghabiskan sekitar Rp750 juta dari anggaran sebesar Rp900 juta.
 
Lebih lanjut pada kesempatan tersebut, Kolil mengakui adanya perubahan pada bangunan dari rencana semula. Di antaranya seharusnya dibangun rumah panggung ternyata dibuat model pondasi. Namun hal itu menurutnya karena perubahan gambar sudah ditandatangani seluruhnya dan dirinya hanya melaksanakan sesuai dengan perubahan gambar.
 
Perbuatan kelima terdakwa bermula adanya paket pekerjaan rumah layak huni pada Dinas PU Pelalawan Tahun 2015 dengan nilai Rp900 juta lebih.
 
Pekerjaan dilaksanakan oleh terdakwa Koli dari bulan Oktober hingga Desember 2015. Namun pelaksanaannya diduga tidak sesuai dan berdasarkan penghitungan BPKP ditemukan kerugian negara sekitar Rp400 juta.
 
Atas perbuatan ini kelima terdakwa didakwa melangggar oasal berlapis, yakni Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 K.U.H. Pidana.
 
Subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 K.U.H. Pidana.
 
Dakwaan kedua melanggar pasal Pasal 7 ayat (1) huruf b jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 K.U.H. Pidana.(bpc17)
Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Pemprov Klaim Riau Expo Tanpa APBD
Rabu, 18 Oktober 2017 10:41

Pemprov Klaim Riau Expo Tanpa APBD

Pemprov Riau mengklaim penyelenggaraan Riau Expo 2017 murni diselenggarakan menggunakan jasa pihak ketiga, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Pagi Ini, Workshop Penguatan Fungsi Pembinaan Perkebunan Kelapa Sawit di Hotel Pangeran
Rabu, 18 Oktober 2017 10:30

Pagi Ini, Workshop Penguatan Fungsi Pembinaan Perkebunan Kelapa Sawit di Hotel Pangeran

Pagi ini, Rabu (18/10/2017) diadakan Workshop Penguatan Fungsi Pembinaan Perkebunan Kelapa Sawit Swadaya Menuju Riau Lestari, yang diadakan di Grand Ball Room Pangeran Hotel, Pekanbaru.

Pembuat Kincia Kamba Tigo Ternyata Seorang...
Rabu, 18 Oktober 2017 10:25

Pembuat Kincia Kamba Tigo Ternyata Seorang...

Objek Wisata Kincia Kamba Tigo di Jorong Padang Data, Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah, Provinsi Sumatera Barat, tidak asing lagi bagi masyarakat Sumbar, nasional dan mancanegara.

Wah, Dapoer Ummi Bolu Kemojo Ini Sudah Mendunia
Rabu, 18 Oktober 2017 10:13

Wah, Dapoer Ummi Bolu Kemojo Ini Sudah Mendunia

Dapoer Ummi Bolu Kemojo, terletak di Jalan Bhakti 8 No.3 Arifin Ahmad. Selain didistribusikan di dalam negeri, oleh-oleh khas Pekanbaru ini sudah mendunia, seperti ke Australia, Timur Tengah, Singapore dan Malaysia.

PDI Rekomendasikan Harris dan Yopi Sebagai Pasangan Balon Gubri 2018
Rabu, 18 Oktober 2017 09:55

PDI Rekomendasikan Harris dan Yopi Sebagai Pasangan Balon Gubri 2018

DPP PDI Perjuangan merekomendasikan Harris dan Yopi Arianto sebagai pasangan Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau dalam Pilgub 2018 nanti. 

Hari Ini Cuaca di Riau Cerah Berawan
Rabu, 18 Oktober 2017 09:45

Hari Ini Cuaca di Riau Cerah Berawan

Cuaca di Provinsi Riau hari ini, Rabu (18/10/2017), diperkirakan cerah berawan.

Evaluasi RTRW Riau Sedang Jalan, Sekdaprov Riau: Itu Biasa
Rabu, 18 Oktober 2017 09:34

Evaluasi RTRW Riau Sedang Jalan, Sekdaprov Riau: Itu Biasa

Evaluasi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di Riau hingga kini masih berlangsung. Diantara pembahasan evaluasi itu hanya menyangkut persoalan teknis saja. 

Dokumen Parpol Belum Lengkap, KPU Pekanbaru Tunggu Instruksi Pusat
Rabu, 18 Oktober 2017 09:01

Dokumen Parpol Belum Lengkap, KPU Pekanbaru Tunggu Instruksi Pusat

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru menyebutkan bahwa akan membuat laporan ke KPU RI di Jakarta, untuk menunggu instruksi selanjutnya.

Tiga Tahun Kinerja Jokowi, Presma UMRI: Tidak Pro Rakyat
Rabu, 18 Oktober 2017 08:54

Tiga Tahun Kinerja Jokowi, Presma UMRI: Tidak Pro Rakyat

Dalam rangka tiga tahun masa kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada tanggal 20 Oktober 2017 mendatang, masih banyak bahan evaluasi yang dilontarkan masyarakat.

Perpanjangan Waktu Berakhir, 16 Partai Dinyatakan Lengkap oleh KPU Pekanbaru
Rabu, 18 Oktober 2017 08:30

Perpanjangan Waktu Berakhir, 16 Partai Dinyatakan Lengkap oleh KPU Pekanbaru

16 dari 19 partai politik yang telah menyerahkan dokumen persyaratan peserta pemilu 2019 telah dinyatakan lengkap oleh KPU Pekanbaru, Rabu (18/10/2017).