Fitra Riau Sebut Agenda DPRD Riau Ke Luar Negeri Tak Ada Relevansinya

Senin, 21 Agustus 2017 16:15
Fitra Riau Sebut Agenda DPRD Riau Ke Luar Negeri Tak Ada Relevansinya

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau menilai, rencana DPRD Riau akan pelesiran ke luar negeri tidak jelas relevansinya. Rencana kunjungan ini malah akan mencuatkan opini publik bahwa praktek hamburkan uang masih terjadi di lembaga perwakilan rakyat itu. 

Hal ini diungkapkan oleh Tim Peneliti Fitra Riau, Triono Hadi kepada bertuahpos.com, Senin (21/8/2017). "Mestinya harus ditanya jelas mengapa anggota DPRD Riau itu ngotot mau jalan ke luar negeri? Apa relevansinya dengan hal yang sedang dibahas saat ini?" katanya. 

Dia melihat, mestinya pertimbangan Mendagri menolak memberikan izin untuk pelesiran ke luar negeri itu sudah jelas. Sebab yang dituju oleh DPRD Riau dengan masalah yang dihadapi saat ini sangat tidak relevan. 

"Pertanyaan kedua, berapa orang yang akan kunjungan ke luar negeri itu? Satu komisi, satu fraksi atau satu kantor DPRD?" tambahnya. 

Menurutnya, jika memang tugas ke luar negeri itu mendesak, sebaiknya hanya diutus dengan jumlah yang terbatas. Dengan kata lain hanya orang memeliki kecakapan dan kemampuan sesuai. Bukan malah satu rombongan dan belum tentu ada manfaatnya bagi Riau. 

"Saya setuju dengan Pak Gubri yang tidak menyetujui pelesiran itu. Saya juga setuju dengan Pak Mendagri yang tidak memberikan izin kepada mereka untuk jalan ke luar negeri," tambahnya. 

"Karena selama ini publik juga tahu apa yang dihasilkan dari perjalanan tersebut. Tidak menghasilkan apa-apa," ujar Tri.

Di tengah anggaran pemerintah yang sulit sebaiknya para dewan wakil rakyat itu berpikir logis dengan tidak memaksakan kehendak dengan berfoya-foya habiskan anggaran untuk sesuatu yang tidak penting. 

"Jangan direplikasi atau diterapkan di Riau. Pak Noviwaldy saja sebagai Wakil Ketua DPRD Riau tidak mengizinkan. Jadi apa maksudnya anggota DPRD Riau yang ngotot itu?" sambungnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menolak keinginan sejumlah anggota DPRD Riau plesiran ke luar negeri. Penolakan itu ternyata mendapat dukungan dari Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Dimana keputusan sepenuhnya menjadi hak Kemendagri. 

Apapun hasil keputusan Kemendagri harus dipatuhi. Bahkan jika rencana pelesiran itu batal, tentunya anggaran bisa digunakan untuk penghematan. Andi Rachman sendiri menolak kalau Pemprov Riau tidak mengakomodir keinginan dewan. Sebab hak sepenuhnya memberikan izin bukan pada dirinya. 

Informasi rencana Dinas Luar Negeri Dewan ini diketahui setelah Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri memberi penjelasan. Kemudian tanggal 10 Juli kembali diajukan melalui surat Gubernur Riau. Ada dua kelompok PDLN. Tujuannya London Inggris, berangkat 13 sampai 17 Juli. Sebagaimana data yang ada di Kemendagri pengajuan perjalanan Dinas Dewan Riau itu sudah dimulai sejak 16 Juni lalu. Ada dua kelompok Anggota Dewan yang mengajukan perjalanan dinas ke Amerika dan Canada. (bpc3)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:21

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri

Ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru ikut eksis dalam baliho milik salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur Riau (Gubri).

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:04

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok

Sebanyak 805 personil gabungan akan kawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari universitas di Indonesia besok, Kamis (22/2/2018)

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun
Rabu, 21 Pebruari 2018 21:35

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun

Minat masyarakat petani padi terhadap Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat tahun 2017 lalu jauh menurun dibanding pada tahun 2016. 

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:45

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi

Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau kembali memeriksa saksi terkait dugaan korupsi di Dispora Riau. Rabu (21/2/2018), giliran saksi J, seorang wanita di Dispenda Riau diperiksa.

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:38

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi

Presiden Indonesia, Joko Widodo minta ketegasan polisi menghadapi kasus penyerangan ulama dan rumah ibadah.

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:27

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif

Enam orang staf di Bidang Pajak Dispenda Riau, mengakui pernah melakukan perjalanan dinas fiktif tahun 2015 hingga tahun 2016.

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:15

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing

Force Down atau penurunan paksa pesawat asing yang melanggar kedaulatan wilayah udara NKRI oleh pesawat tempur F-16 Skadron Udara 16 di Lanud Roesmin Nurjadin terjadi hari ini Rabu (21/2/2018).

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:09

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat

Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby heran ketika Bank Mualmalat malah menagih pembayaran hutan PT RAL ke Pemprov Riau.

Wah,  Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:01

Wah, Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka

Spanduk Paslon Gubri kini tampaknya semakin berterbaran,  meski Bawaslu melarang pemasangan atribut kampanye namun nyatanya himbauan itu tidak diindahkan. 

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?
Rabu, 21 Pebruari 2018 19:46

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?

Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, mengatakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Panam tepatnya Perumahan Panam Regency ialah adanya pembangunan box culvert.