Dilaporkan ke Polda, Kepsek SMA Muhammadiyah: Ini Fitnah

Jumat, 21 April 2017 20:45
Dilaporkan ke Polda, Kepsek SMA Muhammadiyah: Ini Fitnah
SMA Muhammadiyah Pekanbaru/Foto: bpc9

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Kota Pekanbaru, yang juga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia setempat, Defi Warman, merasa laporan penipuan tidak membayar proyek Rp2 miliar lebih terhadap dirinya oleh Dedi Fionaldy ke Kepolisian Daerah Riau adalah fitnah.

"Ini dua kali fitnah, ini memfitnah Muhammadiyah dan PGRI juga. Pekerjaan itu swadaya sekolah diberikan secara pribadi ke Dadang, saya sudah bayar tunai," kata Defi Warman, Jumat (21/4/2017).

Dia menceritakan bahwa proyek interior sekolah itu diberikan kepada Dadang karena kerjanya bagus. Namun pada Mei 2016 untuk menyelesaikan dengan cepat, Dadang membutuhkan dana yang saat itu tak bisa disanggupi SMA Muhammadiyah.

Lalu Dadang bekerjasama dengan mitra lain, yakni Dedi Fionaldy dengan membeli Perusahaan Terbatas (PT) untuk meminjam dana ke bank. Maka dibuatlah kontrak baru agar bisa meminjam dana ke bank atas nama PT Alam Terampil Mandiri.

Sebelumnya, kata Defi kontraknya hanya dengan Dadang, lalu direkayasa ulang dengan perusahaan tersebut. "Waktu itu saya lagi di Ambon, karena saya percaya, itu sudah bertanda tangan saja. Tapi saya minta pernyataan Dadang bahwa kontrak itu gunanya untuk meminjam ke bank saja," ungkap Defi.

Setelah itulah kontrak kemudian dibayarnya ke Dadang dengan tunai dan sudah lunas. Sebelumnya memang ada diberikan cek mundur Rp500 juta pada Dadang di Bank BNI, namun tidak jadi karena sudah dibayar tunai.

"Cek itu sampai saat ini belum diberikan Dadang, tahu-tahu sudah sama orang lain, dimiliki orang lain, dimanfaatkan untuk melaporkan saya ke Polda Riau," tambahnya.

Pengacara Defi Warman, Asep Iskandar menilai janggal mengapa cek itu bisa sampai ke tangan Dedi Fionaldy. Oleh karena itu cek harus dikembalikan ke pemiliknya dan dilakukan pembatalan di BNI.

Baca: Pihak SMA Muhammadiyah Pekanbaru Bungkam Perihal Dugaan Penipuan Kepala Sekolahnya

Selain itu, pihaknya juga mengajukan permohonan pembatalan kontrak kerja sama dengan PT Alam Terampil Mandiri. Karena awalnya hanya untuk rekayasa supaya meminjam di bank, tapi ini sekarang dijadikan dasar melaporkan Kepsek SMA Muhammadiyah ke Polda Riau.

"Kita mendaftarkan permohonan pembatalan perjanjian kontrak ke PN Pekanbaru 20 April 2017. Meminta pengadilan menyatakan tidak sahnya perjanjian Defi Warman dengan Dedi Fionaldy yang menjadi direktur di situ, karena ada unsur penipuan," ujarnya.

Sementara itu, Dadang memyampaikan bahwa dirinya dalam PT itu sebagai komisaris dan Dedi direktur. Menurutnya dia telah menggunakan dana proyek yang telah dibayar sebesar Rp700 juta untuk pengerjaan sekolah. Sedangkan Rp930 juta diberikan ke Dedi untuk belanja di toko.

Dia mengaku memang memberikan cek itu ke Dedi Fionaldy karena sebagai mitra kerja. Dia juga mengaku tidak tahu bahwa Dedi akan melaporkan Defi Warman ke Polda Riau. (Bpc8)*

TRAVELLING

Berita Terkini

SF Haryanto Dua Kali Diperiksa, Tersangka Korupsi SPPD Fiktis Dispenda Riau Segera Ditetapkan
Minggu, 25 Juni 2017 20:33

SF Haryanto Dua Kali Diperiksa, Tersangka Korupsi SPPD Fiktis Dispenda Riau Segera Ditetapkan

Penyidikan terhadap dugaan korupsi SPPD Fiktif di Dispenda Riau terus dilakukan tim penyidik Kejaksaan Tinggi Riau.

Inilah  Kebiasaan Saat Lebaran di Kampung
Minggu, 25 Juni 2017 19:29

Inilah Kebiasaan Saat Lebaran di Kampung

Setelah melaksanakan ibadah puasa satu bulan. Lebaran  adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu.Malam takbiran

Kejati Riau Segera Umumkan Tersangka Proyek RTH
Minggu, 25 Juni 2017 17:35

Kejati Riau Segera Umumkan Tersangka Proyek RTH

Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau segera mengumumkan tersangka korupsi proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tugu Integritas Anti Korupsi

Mobil Dinas untuk Mudik? Pengamat Publik: Emang Punya Nenek Moyangnya?
Minggu, 25 Juni 2017 15:23

Mobil Dinas untuk Mudik? Pengamat Publik: Emang Punya Nenek Moyangnya?

 Beberapa waktu lalu, pemerintah Provinsi Riau mengeluarkan perintah bahwasanya mobil dinas dilarang untuk digunakan mudik.

Ustaz Asril Lc: Menangislah Ramadan Telah Pergi
Minggu, 25 Juni 2017 14:09

Ustaz Asril Lc: Menangislah Ramadan Telah Pergi

Setiap yang merasakan indahnya pertemuan, akan mengerti pahitnya perpisahan. Setidaknya itulah pesan Ustaz Asril, Lc yang menjadi Khatib Salat Id

Minggu, 25 Juni 2017 13:11

Waktu SD Kamu Pernah Melukis Sawah, Pohon Kelapa dan Gunung, Wujud Aslinya Ada Di Sini

Ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), salah satu pelajaran yang paling menyenangkan adalah menggambar. Siapapun pasti 

Inilah 3 Keutamaan Puasa yang Diwariskan Setelah Ramadan
Minggu, 25 Juni 2017 10:56

Inilah 3 Keutamaan Puasa yang Diwariskan Setelah Ramadan

Ramadan sudah berlalu, Syawal sudah menyapa. Kemenangan atas perjuangan sebulan Ramadan disambut dengan kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri 1438 H/2017. Namun demikian, selayaknya Ramadan bukan hanya ditinggal begitu saja. 

Hari Raya, Hotspot Sumatera Masih 'Membara
Minggu, 25 Juni 2017 09:09

Hari Raya, Hotspot Sumatera Masih 'Membara

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) catat hotspot atau titik panas masih terdeteksi di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Setidaknya hotspot yang terdeteksi berjumlah belasan, Minggu (25/06/2017).

Ribuan Warga Banjar Seminai Khitmad Sholat di Masjid Nurul Huda
Minggu, 25 Juni 2017 08:31

Ribuan Warga Banjar Seminai Khitmad Sholat di Masjid Nurul Huda

Cuaca mendung menghiasi pagi Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Di Desa Banjar Seminai  yang berlokasi di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, masyarakat ramai berdatngan ke masjid untuk melaksanakan salat Ied berjamaah. 

Dokter di Tunisia Kebanjiran Order 'Operasi Perawan'
Minggu, 25 Juni 2017 08:05

Dokter di Tunisia Kebanjiran Order "Operasi Perawan"

Operasi mengembalikan keperawanan lagi musim di Tunisia. Gara-gara itu, maka dokter kebanjiran order. Perempuan-perempuan muda antri untuk mengembalikan selaput dara (hymen). Kendati dilakukan secara sembunyi-sembunyi.